Collection..

8 10 2006

Ini stok lama waktu jalan ke jogja dulu, klo ga salah penghujung april lalu. Cuma bawa kamera digital temen, trus lagi iseng buka picture gallery and langsung tanganku kegatelan buka PS 2…ya udin, gini deh jadinya…

-The first one..-
Moment
waktu sedang bercengkrama dengan mbah dihalaman Keraton Pakualaman,

aku minta ijin untuk ambil beberapa foto beliau..
I hope she is Ok..

-The second one..-

-Give me that please..-
Advertisements




My -Dream- SLR Camera : Canon EOS 350D

30 09 2006
God….i want this stuff..
please kasih rezeki pada ku biar bisa cepet punya kamera ini..
Atau sadarkan orang disekitarku
bahwa aku seorang yang butuh uluran tangan meraka
sambil membawa kamera itu..
amien..
-Doa seorang Adek-

Data Teknis
Lens / Zoom : Lens kit: Canon EF-S 18 – 55 mm f/3.5-5.6 (Eq. 28,8 – 88mm on a 35 mm)
Focus / Macro : 7 AF points, TTL-CT-SIR with a CMOS sensor | 28cm
Metering Exposure : 35-zone TTL full aperture metering: Evaluative, Centre-weighted average, Partial metering Aperture f/3,5- f/5,6 (lens kit) White Balance Auto, daylight, shade, cloudy, tungsten light, white fluorescent light, flash, custom Shutter auto | 1/4000 – 30 sec.
Exposure : –2 EV to +2 EV in 1/3- and 1/2-stop increments
Flash / mode : Retractable / max. 13 m (hotshoe provided)
ViewFinder : Eye-level pentamirror
Iso ratings : AUTO, ISO 100 – 1600
Image Size : 3456 x 2304 pixels
Image Format : RAW, RAW + JPEG Large/Fine, JPEG (EXIF 2.21)
Self Timer : 10 sec.
Video Options : –
Audio Options : –
Connectivity : USB 2.0, Video out
Storage : Compact Flash Type I/ II, Microdrive supported
Platform : Windows 98/Me/2000/XP, Mac OS 9.1, X10.1.5+
Extra Features : DIGIC II Imaging Processor

Plus / Minus
Plus : Reaksi cepat. Kualitas gambar mengesankan.
Minus : Grip kurang nyaman untuk ukuran tangan ekstra besar. Lensa kit terasa terbatas.

Some Artikel
Di penghujung tahun 2003, Canon menawarkan Canon EOS 300 D dan 350D. Produk ini juga dikenal dengan nama lainnya sebagai Digital Rebel XT. Apa perbedaan keduanya?

Dari segi desain fisik, Canon EOS 350D memiliki bentuk yang lebih kecil/ringkas. Tentunya dengan berat yang sedikit lebih ringan.

Sedangkan teknologi yang diusung tentunya juga mengalami kemajuan. Seperti digunakannya DIGIC II untuk image processing pada produk ini. Memberikan kecepatan proses yang memang jauh lebih cepat. Begitu juga dengan start time yang sangat cepat. Hanya dibutuhkan 0,2 detik untuk mengaktifkannya, dari keadaan mati.

Hasil gambar yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan pendahulunya 300D. Tambahan peningkatan resolusi, dari 6 MP pada 300D menjadi 8 MP CMOS sensor pada 350D. Memberikan kesempatan croping yang lebih leluasa.

Fasilitas unik tambahan lain juga memuaskan. Seperti kemampuan mengambil gambar hitam putih. Dengan tambahan fasilitas digital color filters, layaknya menggunakan color filter pada kamera analog (dengan menggunakan black and white film).

Mengecilnya ukuran tentu membawa konsekuensi. Grip body terasa kurang nyaman, apalagi untuk tangan berukuran besar. Lensa yang disertakan dalam paket penjualan kit tidak terasa perbedaannya dengan lensa kit pada 300D. Perlu dipertimbangkan untuk membeli paket body only. Setidaknya Anda diberikan keleluasaan memilih lensa.

Lebih cocok untuk pengguna Canon EOS yang baru sekarang tertarik untuk beralih ke digital. Apalagi dengan matangnya teknologi yang diimplan ke produk yang satu ini.

Sumber url http://www.pcmedia.co.id/detail.asp?Id=877&Cid=17&Eid=19





My -Dream- SLR Camera : Canon EOS 350D

30 09 2006

God….i want this stuff..
please kasih rezeki pada ku biar bisa cepet punya kamera ini..
Atau sadarkan orang disekitarku
bahwa aku seorang yang butuh uluran tangan meraka
sambil membawa kamera itu..
amien..
-Doa seorang Adek-
Data Teknis
Lens / Zoom : Lens kit: Canon EF-S 18 – 55 mm f/3.5-5.6 (Eq. 28,8 – 88mm on a 35 mm)
Focus / Macro : 7 AF points, TTL-CT-SIR with a CMOS sensor | 28cm
Metering Exposure : 35-zone TTL full aperture metering: Evaluative, Centre-weighted average, Partial metering Aperture f/3,5- f/5,6 (lens kit) White Balance Auto, daylight, shade, cloudy, tungsten light, white fluorescent light, flash, custom Shutter auto | 1/4000 – 30 sec.
Exposure : –2 EV to +2 EV in 1/3- and 1/2-stop increments
Flash / mode : Retractable / max. 13 m (hotshoe provided)
ViewFinder : Eye-level pentamirror
Iso ratings : AUTO, ISO 100 – 1600
Image Size : 3456 x 2304 pixels
Image Format : RAW, RAW + JPEG Large/Fine, JPEG (EXIF 2.21)
Self Timer : 10 sec.
Video Options : –
Audio Options : –
Connectivity : USB 2.0, Video out
Storage : Compact Flash Type I/ II, Microdrive supported
Platform : Windows 98/Me/2000/XP, Mac OS 9.1, X10.1.5+
Extra Features : DIGIC II Imaging Processor

Plus / Minus
Plus : Reaksi cepat. Kualitas gambar mengesankan.
Minus : Grip kurang nyaman untuk ukuran tangan ekstra besar. Lensa kit terasa terbatas.

Some Artikel
Di penghujung tahun 2003, Canon menawarkan Canon EOS 300 D dan 350D. Produk ini juga dikenal dengan nama lainnya sebagai Digital Rebel XT. Apa perbedaan keduanya?

Dari segi desain fisik, Canon EOS 350D memiliki bentuk yang lebih kecil/ringkas. Tentunya dengan berat yang sedikit lebih ringan.
Sedangkan teknologi yang diusung tentunya juga mengalami kemajuan. Seperti digunakannya DIGIC II untuk image processing pada produk ini. Memberikan kecepatan proses yang memang jauh lebih cepat. Begitu juga dengan start time yang sangat cepat. Hanya dibutuhkan 0,2 detik untuk mengaktifkannya, dari keadaan mati.
Hasil gambar yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan pendahulunya 300D. Tambahan peningkatan resolusi, dari 6 MP pada 300D menjadi 8 MP CMOS sensor pada 350D. Memberikan kesempatan croping yang lebih leluasa.
Fasilitas unik tambahan lain juga memuaskan. Seperti kemampuan mengambil gambar hitam putih. Dengan tambahan fasilitas digital color filters, layaknya menggunakan color filter pada kamera analog (dengan menggunakan black and white film).
Mengecilnya ukuran tentu membawa konsekuensi. Grip body terasa kurang nyaman, apalagi untuk tangan berukuran besar. Lensa yang disertakan dalam paket penjualan kit tidak terasa perbedaannya dengan lensa kit pada 300D. Perlu dipertimbangkan untuk membeli paket body only. Setidaknya Anda diberikan keleluasaan memilih lensa.

Lebih cocok untuk pengguna Canon EOS yang baru sekarang tertarik untuk beralih ke digital. Apalagi dengan matangnya teknologi yang diimplan ke produk yang satu ini.





Memories Of My Little Bro

29 09 2006
Again….lagi stress dikit nih. Biasa, klo udah buka kompi jadi pengen buka picture galery. Karena aku kadang narsis dikit, jadi picture yang dibuka hanya yang hasil jepretanku. Kebetulan ini seri kamera SLR (PENTAX). Kebetulan lagi juga, memang sedang kangen banget dengan adik kecil ku, Fikra Laksamana Bayudi. Guess what, namanya itu by request banyak orang especially kakak – kakaknya…diakhir keputusan final, aku ngasih kombinasi dari request nama itu…Eh, ternyata diterima. Mungkin memang artinya juga bagus ya : berpikir seperti angin yang cepat..cieee. He he he..tapi yang selama ini kualami baru fakta klo makannya, gede badan nya dan mukul nya yang cepat tuh.. terbukti klo lagi berantem dengan ku..hahahah..

anyway, ini sisa kenangan waktu nemenin Bunda & Bayu jalan – jalan di Jakarta. Enjoy this….

In front of Fatahilah Building -Dufan-

Try to take the – the only one- shoot in TMII. Just smileee..

Again in Fatahilah Building…
Try to search some unique angle…

The last, before going home..
My Little One…in our last home in Jakarta




My Last Journey..

26 09 2006
This is my last journey in Jogja –never ending city
with the cavers of ASC and all around indonesia
(from Semarang to Aceh
guys…)


The Man behind the sky
(Shoot it with The Masterpiece : Canon AE-1, Jembatan Beber Sari)



Lagi Survey keliling – keliling…mendaki gunung, lewati lembah…nyariin ada luweng or gua…masih sempet foto – foto dulu bareng anak – anak…

great moment i ever had..

Ditengah eksplorasi itu ada kesempatan buat sekalian belajar fotografi gua..

Masih amatir banget….walaupun udah coba di repair pake PS tetep aja hasilnya kayak genee…..apa fotonya emang udah ga ketolong lagi ato gw emang bego banget pake PS ya?? dua – duanya kaleee….teing euy…hahaah

(Shoot it with Nikon FM-10, Luweng Cokro Gunung Sewu)


Kawanku Rahman, Aranyacala Trisakti sedang mencoba untuk descending dari ketinggian 30 m. Saat itu kami dalam sesi latihan SRT dan Vertical Rescue di jembatan Beber Sari.

I hope i can see you again sooner in another eksploration guyss..!!

(Again Shoot it with The Masterpiece : Canon AE-1, Jembatan Beber Sari)


Lagi eksplorasi + belajar Maping gua nih…..
seru abis dah..
semua posisi dapat : merayap, merangkak, jalan jongkok, manjat, pokoke semua dah..
seru nya lagi,
itu semua dilakuin sambil bawa – bawa kompas n buku catetan segala…huahahahaha


Just Touch It !!!

Hahahaha……masih di luweng yang sama..ada bentukan bagus banget…tekstur batunya seperti kayu..

Tapi, sekali lagi keterbatasan skill ini untuk mengabadikan keindahan terhambat…hiks hiks, hasilnya over banget !!

(Shoot it with NIKON FM-10, Luweng Cokro Gunung Sewu)

Jalan – jalan n hunting picture keliling jogja..