Mengapa Al – Kahfi

26 11 2007

Tulisan ini sebenarnya sudah ingin direalisasikan beberapa minggu yang lalu. Namun seperti yang dibilang pak Budi Rahardjo dalam yang satu itu, sungguh banyak elemen yang menghambat kita untuk merealisasikan ide ke dalam tulisan. Entah malas, media saat itu meruntuhkan mood, faktor lingkungan, dan lain sebagainya.

Namun setelah membaca tulisan mas Artja, aku sempat tertegun sejenak dan sekejab segera ingin merealisasikan. Dan sejujurnya dalam hati jadi bertanya – tanya juga, mengapa mas Artja menuliskan tentang iitu.

Mengapa Al – Kahfi ?
Mungkin ada pertanyaan seperti itu yang terbersit ketika blogger mengunjungi beranda ini. Terutama diawal – awal ketika kucoba menjadikan media ini sebagai curahan kegelisahan dan baru berkorespondensi dengan blogger lain. Sebab memang tak ada sedikitpun penjelasan yang pernah kutulis, mengapa saya mencantumkan Al-Kahfi.
Sebagian mungkin akan ada yang berpikir “sedang sok ke arab – araban saja“, atau “pengen keren cari icon“, atau “memang lagi inget kata itu aja“. Tapi terus terang disaat awal itu, aku malah tidak berniat orang lain tau tentang tempat ini. Bahkan ia sempat dijadikan sebagai “secreat place..just betwen me and my self (halah..). Tidak perlu ada link, tidak perlu komentar, tidak perlu sapaan di shoutbox, dll. Karena ya itu tadi…hanya sebagai media untuk mencurahkan kegelisahan. Dan sejujurnya, aku cukup terganggu ketika ada yang mengetok pintu di beranda ini. Tanda – tandanya, ya..kemampuan menulis ku (atau keinginan..?) drastis menghilang. Aneh bukan ?

klo ga mau dibaca orang lain, ya jangan letakan kontennya di internet…aneh banget“, mungkin begitu kalimat seperti itu yang awalnya tak akan mampu kutangapi. Namun kemudian aku teringat sesuatu. Dulu, orang bahkan memasang kunci khusus di buku hariannya agar orang lain tak bisa membaca isi didalamnya tanpa izin. Namun sekarang lihatlah, blog justur menjadi media favorit untuk menuliskan segala sesuatu (kisah cinta, argumen, kritik, puisi…?) untuk dibaca orang lain, bahkan mengharapkan komentar sebanyak mungkin.

Terlepas dari perubahan paradigma dan esensi lainnya, bukankah hal ini juga cukup aneh ?

Seiring berjalannya waktu juga, momen mengunjungi beranda tetangga, menyelami pemikiran dan memahmi rasa yang menyertai tulisan disana (dan kadang menuliskan komentar beserta link balik…), juga akhirnya menjadi hal yang menarik untukku. Silaturahim ini, walaupun di dunia maya dan dengan orang – orang yang bahkan tak dikenal ternyata mampu memberikan rasa yang beda dan perlahan mengantarkan benih inspirasi untuk menambah area beranda ini. Membuatku mencoba menggali lagi sisi lain area otak dan hati ini.

Berubah haluan…mabuk blog…atau apapun namanya, yang jelas aku sudah jatuh hati. Mulai dari sikap terhadap blog itu sendiri dan isinya, serta dunia didalamnya.

Mengapa Al – Kahfi ?
Pertanyaan ini belum kujawab juga. Blog ini ada di awal tahun 2006 lalu, itupun baru mulai diisi dengan tulisan beberapa bulan kemudian. Aku teringat, saat itu adalah periode ketika dunia petualangan penelusuran gua dan konservasinya sangat menarik perhatiankua..walaupun hingga saat ini, belum banyak kontribusi yang dapat kuberikan, malah membawa lebih banyak orang lagi untuk memasuki gua.

Namun setidaknya, ini menjadi rangkaian usaha kecil untuk membuat petualang muda ini setidaknya mengenal, ada lingkungan jauh di bawah kaki ini berpijak, yang sangat indah dan peka serta pasti membutuhkan perhatian…tidak hanya sekedar untuk dikunjungi, potret – potret sana sini, lalu pulang. Ada harapan yang membuncah, bahkan hingga saat ini..Caver – caver baru ini menjadi intelektual muda yang peka dan cerdas dengan “tempat bermainnya”.

Al-Kahfi sendiri, sepengetahuanku adalah kata dalam bahasa arab untuk “gua” dan sekaligus yang menjadikannya istimewa, menjadi salah satu nama ayat dalam Al – Qur’an, segala sumber pengetahuan. Jelas blog ini, tidak akan sanggup membahas seluk beluk makna yang terkandung dalam surat tersebut (yang sudah dibahas dengan sangat menarik di pantai keempat).

Al – Kahfi bagiku, hanyalah tempat perlindungan sementara dan beristirahat atau mungkin mencari setitik ketenangan, dari morat – marit kebisingan dunia dan realita hidup yang terkadang membutuhkan waktu untuk dipahami.

Al-Kahfi, insya Allah hanya akan menjadi beranda sederhana saja, yang menemaniku disela – sela pelarian; dari kekuasaan kegelisahan atau gejolak kemarahan.

Advertisements




Mengapa Al – Kahfi

26 11 2007
Tulisan ini sebenarnya sudah ingin direalisasikan beberapa minggu yang lalu. Namun seperti yang dibilang pak Budi Rahardjo dalam yang satu itu, sungguh banyak elemen yang menghambat kita untuk merealisasikan ide ke dalam tulisan. Entah malas, media saat itu meruntuhkan mood, faktor lingkungan, dan lain sebagainya.

Namun setelah membaca tulisan mas Artja, aku sempat tertegun sejenak dan sekejab segera ingin merealisasikan. Dan sejujurnya dalam hati jadi bertanya – tanya juga, mengapa mas Artja menuliskan tentang iitu.

Mengapa Al – Kahfi ?
Mungkin ada pertanyaan seperti itu yang terbersit ketika blogger mengunjungi beranda ini. Terutama diawal – awal ketika kucoba menjadikan media ini sebagai curahan kegelisahan dan baru berkorespondensi dengan blogger lain. Sebab memang tak ada sedikitpun penjelasan yang pernah kutulis, mengapa saya mencantumkan Al-Kahfi.

Sebagian mungkin akan ada yang berpikir “sedang sok ke arab – araban saja“, atau “pengen keren cari icon“, atau “memang lagi inget kata itu aja“. Tapi terus terang disaat awal itu, aku malah tidak berniat orang lain tau tentang tempat ini. Bahkan ia sempat dijadikan sebagai “secreat place..just betwen me and my self (halah..). Tidak perlu ada link, tidak perlu komentar, tidak perlu sapaan di shoutbox, dll. Karena ya itu tadi…hanya sebagai media untuk mencurahkan kegelisahan. Dan sejujurnya, aku cukup terganggu ketika ada yang mengetok pintu di beranda ini. Tanda – tandanya, ya..kemampuan menulis ku (atau keinginan..?) drastis menghilang. Aneh bukan ?

klo ga mau dibaca orang lain, ya jangan letakan kontennya di internet…aneh banget“, mungkin begitu kalimat seperti itu yang awalnya tak akan mampu kutangapi. Namun kemudian aku teringat sesuatu. Dulu, orang bahkan memasang kunci khusus di buku hariannya agar orang lain tak bisa membaca isi didalamnya tanpa izin. Namun sekarang lihatlah, blog justur menjadi media favorit untuk menuliskan segala sesuatu (kisah cinta, argumen, kritik, puisi…?) untuk dibaca orang lain, bahkan mengharapkan komentar sebanyak mungkin.

Terlepas dari perubahan paradigma dan esensi lainnya, bukankah hal ini juga cukup aneh ?

Seiring berjalannya waktu juga, momen mengunjungi beranda tetangga, menyelami pemikiran dan memahmi rasa yang menyertai tulisan disana (dan kadang menuliskan komentar beserta link balik…), juga akhirnya menjadi hal yang menarik untukku. Silaturahim ini, walaupun di dunia maya dan dengan orang – orang yang bahkan tak dikenal ternyata mampu memberikan rasa yang beda dan perlahan mengantarkan benih inspirasi untuk menambah area beranda ini. Membuatku mencoba menggali lagi sisi lain area otak dan hati ini.

Berubah haluan…mabuk blog…atau apapun namanya, yang jelas aku sudah jatuh hati. Mulai dari sikap terhadap blog itu sendiri dan isinya, serta dunia didalamnya.

Mengapa Al – Kahfi ?
Pertanyaan ini belum kujawab juga.
Blog ini ada di awal tahun 2006 lalu, itupun baru mulai diisi dengan tulisan beberapa bulan kemudian. Aku teringat, saat itu adalah periode ketika dunia petualangan penelusuran gua dan konservasinya sangat menarik perhatiankua..walaupun hingga saat ini, belum banyak kontribusi yang dapat kuberikan, malah membawa lebih banyak orang lagi untuk memasuki gua.

Namun setidaknya, ini menjadi rangkaian usaha kecil untuk membuat petualang muda ini setidaknya mengenal, ada lingkungan jauh di bawah kaki ini berpijak, yang sangat indah dan peka serta pasti membutuhkan perhatian…tidak hanya sekedar untuk dikunjungi, potret – potret sana sini, lalu pulang. Ada harapan yang membuncah, bahkan hingga saat ini..Caver – caver baru ini menjadi intelektual muda yang peka dan cerdas dengan “tempat bermainnya”.

Al-Kahfi sendiri, sepengetahuanku adalah kata dalam bahasa arab untuk “gua” dan sekaligus yang menjadikannya istimewa, menjadi salah satu nama ayat dalam Al – Qur’an, segala sumber pengetahuan. Jelas blog ini, tidak akan sanggup membahas seluk beluk makna yang terkandung dalam surat tersebut (yang sudah dibahas dengan sangat menarik di pantai keempat).

Al – Kahfi bagiku, hanyalah tempat perlindungan sementara dan beristirahat atau mungkin mencari setitik ketenangan, dari morat – marit kebisingan dunia dan realita hidup yang terkadang membutuhkan waktu untuk dipahami.

Al-Kahfi, insya Allah hanya akan menjadi beranda sederhana saja, yang menemaniku disela – sela pelarian; dari kekuasaan kegelisahan atau gejolak kemarahan.





What a beautiful life

25 11 2007

Jangan lah kamu berduka cita..sesungguhnya Allah bersama kita..
(At-Taubah 40)

Lewat 24 jam yang lalu, sepertinya sedikit dari kiamat kecil dalam hidupku menyapa (halah..) Iya, bagaimana ga kiamat kecil untukku? wong harddisk 250 GB ke delete semua partisinya..semua file tutorial, tulisan, data studi, musik, picture, and upsolutely Tugas Akhir musnah lah sudah..


Tapi syukurlah, Allah masih sayang…beberapa minggu yang lalu sempat di back up ke harddisk lain. Jadi ingat orang yang kebakaran rumah..ga ada yang tersisa, kecuali baju dan celana yang terpasang di badan. Ya tuhan, tak taulah aku klo itu tak sempat kulakukan ;dan yang pasti tindakan terbodoh dalam hidup-red; mungkin aku sudah gila sewaktu memposting tulisan ini. Kacau…sedang ditengah kebingungan seperti ini, masalah semakin bertambah…

Tapi anehnya, aku menghadapinya dengan senyum..dan diam. Tak ada kata-kata panik tak beraturan, teriakan frustasi, apalagi keringat dingin.. semuanya berjalan seperti biasa; dan hari itu sukses kulalui dengan full smile serta sedikit bicara.


Bahkan ketika tau dataku itu musnah semua, dalam otak ku hanya terbayang apa yang harus kulakukan, bagaimana melakukannya, dan seterusnya..seterusnya. Dan ditengah kesulitan demi kesulitan ini..serta amanah ini…aku semakin yakin Allah tak melupakanku atau bahkan sedang mendengarkan ku. Hanya masalah waktu saja,, kapan ini akan terlewati.

Aku jadi teringat peristiwa 2 tahun yang lalu, saat meng-evakuasi seorang ditengah hutan di gigiran kaki gunung Tangkuban Perahu..Masih jelas terngiang dikepalaku teriakan-teriakan yang bergema di kerimbunan hutan sana. Saat itu tanpa rasa, kubalut tangan yang bersimbah darah dengan slayer merah ini. Telapak tangan yang keempat jarinya hampir putus. Tanpa rasa juga kulalui saja itu semua, dengan ketenangan yang masih mencengangkanku hingga saat ini. dan selanjutnya….baca sendiri saja ya ? 🙂

Tapi sekali lagi kukatakan, aku teringat bagian hidup yang itu. Dalam otak ini saat itu hanya ada sederetan algoritma apa yang harus kulakukan dan yang tidak boleh kulakukan.
if …. then…
begin
..
end;
else…
begin
..
end;

while…do..
begin
..
end;

Jadi, saat ini ketika kualami musibah seperti ini, tak heran lagi aku dengan algoritma sikap yang refleks kulakukan itu. “kok kamu bisa ya dek ? klo ada masalah genting gitu bisa aja tenang. Klo aku mungkin udah nangis ato teriak – teriak tuh..ga tau mo ngapain”

Well,
tulisan ini tak akan membahas hal ini lebih panjang lagi sehingga berkembang menjadi narcisme. .. Tapi, jujur dalam hati sempat kujawab juga “Mungkin kolerikku sedang ambil bagian saat itu” atau jangan – jangan aku sudah mati rasa kali ya? hahaha..

entahlah..
sudahlah..
berlalulah !!
kuingin bernyanyi dan tak berhenti
sampai kau terlelap tidur di pangkuanku
dengarkan nyanyian tentang cinta kita
iringi langkah dan jalan hidup ini
..
Ihsan-Buah Hati

Entah mengapa, mendadak lagu ini yang ingin ku dengar berulang-ulang. .lagi..lagi..dan lagi..Hmm..Mungkin melankolikku yang gantian ambil bagian… ha ha ha…ga nyambung kalee pun yak ?




Ya Allah, jadikan semua kesulitan, kebimbangan dan kesabaran ini menempa jiwaku menjadi pribadi yang lebih baik. Ya Rahman, hapuslah keraguan dalam sikapku, berikan keikhlasan dalam amanahku, dan curahkanlah kearifan dalam perbuatanku. Ya Rahim, Berikanlah bagiku kekuatan agar redam kemarahan ini, hawa nafsu ini, dan jauhkan goadaan syetan ini. Sungguh aku tak akan sanggup jika Engkau tinggalkan.



Astaghfirullahhal’azim…
Astaghfirullahhal’azim…
Astaghfirullahhal’azim…





What a beautiful life

25 11 2007
Jangan lah kamu berduka cita..sesungguhnya Allah bersama kita..
(At-Taubah 40)

Lewat 24 jam yang lalu, sepertinya sedikit dari kiamat kecil dalam hidupku menyapa (halah..) Iya, bagaimana ga kiamat kecil untukku? wong harddisk 250 GB ke delete semua partisinya..semua file tutorial, tulisan, data studi, musik, picture, and upsolutely Tugas Akhir musnah lah sudah..

Tapi syukurlah, Allah masih sayang…beberapa minggu yang lalu sempat di back up ke harddisk lain. Jadi ingat orang yang kebakaran rumah..ga ada yang tersisa, kecuali baju dan celana yang terpasang di badan. Ya tuhan, tak taulah aku klo itu tak sempat kulakukan ;dan yang pasti tindakan terbodoh dalam hidup-red; mungkin aku sudah gila sewaktu memposting tulisan ini. Kacau…sedang ditengah kebingungan seperti ini, masalah semakin bertambah…

Tapi anehnya, aku menghadapinya dengan senyum..dan diam. Tak ada kata-kata panik tak beraturan, teriakan frustasi, apalagi keringat dingin.. semuanya berjalan seperti biasa; dan hari itu sukses kulalui dengan full smile serta sedikit bicara.

Bahkan ketika tau dataku itu musnah semua, dalam otak ku hanya terbayang apa yang harus kulakukan, bagaimana melakukannya, dan seterusnya..seterusnya. Dan ditengah kesulitan demi kesulitan ini..serta amanah ini…aku semakin yakin Allah tak melupakanku atau bahkan sedang mendengarkan ku. Hanya masalah waktu saja,, kapan ini akan terlewati

Aku jadi teringat peristiwa 2 tahun yang lalu, saat meng-evakuasi seorang ditengah hutan di gigiran kaki gunung Tangkuban Perahu..Masih jelas terngiang dikepalaku teriakan-teriakan yang bergema di kerimbunan hutan sana. Saat itu tanpa rasa, kubalut tangan yang bersimbah darah dengan slayer merah ini. Telapak tangan yang keempat jarinya hampir putus. Tanpa rasa juga kulalui saja itu semua, dengan ketenangan yang masih mencengangkanku hingga saat ini. dan selanjutnya….baca sendiri saja ya ? 🙂

Tapi sekali lagi kukatakan, aku teringat bagian hidup yang itu.
Dalam otak ini saat itu hanya ada sederetan algoritma apa yang harus kulakukan dan yang tidak boleh kulakukan.

if …. then…

begin
..
end;
else…
begin
..
end;

while…do..
begin
..
end;

Jadi, saat ini ketika kualami musibah seperti ini, tak heran lagi aku dengan algoritma sikap yang refleks kulakukan itu. kok kamu bisa ya dek ? klo ada masalah genting gitu bisa aja tenang. Klo aku mungkin udah nangis ato teriak – teriak tuh..ga tau mo ngapain”

Well, tulisan ini tak akan membahas hal ini lebih panjang lagi sehingga berkembang menjadi narcisme. .. Tapi, jujur dalam hati sempat kujawab juga “Mungkin kolerikku sedang ambil bagian saat itu” atau jangan – jangan aku sudah mati rasa kali ya? hahaha..

entahlah..
sudahlah..
berlalulah !!

kuingin bernyanyi dan tak berhenti
sampai kau terlelap tidur di pangkuanku
dengarkan nyanyian tentang cinta kita
iringi langkah dan jalan hidup ini
..
Ihsan-Buah Hati

Entah mengapa, mendadak lagu ini yang ingin ku dengar berulang-ulang. .lagi..lagi..dan lagi..Hmm..Mungkin melankolikku yang gantian ambil bagian… ha ha ha…ga nyambung kalee pun yak ?




Ya Allah, jadikan semua kesulitan, kebimbangan dan kesabaran ini menempa jiwaku menjadi pribadi yang lebih baik.
Ya Rahman, hapuslah keraguan dalam sikapku, berikan keikhlasan dalam amanahku, dan curahkanlah kearifan dalam perbuatanku. Ya Rahim, Berikanlah bagiku kekuatan agar redam kemarahan ini, hawa nafsu ini, dan jauhkan goadaan syetan ini. Sungguh aku tak akan sanggup jika Engkau tinggalkan.



Astaghfirullahhal’azim…
Astaghfirullahhal’azim…
Astaghfirullahhal’azim.
..





Vielen Dank

21 11 2007

Bingung mo nulis apaan..bahan tulisan yang lagi on the road blom layak terbit juga (tunggu aja tanggal mainnya..heheheh). Ya udin dari pada nganggur sambil celingak-celinguk coding yang kaga kunjung kelar….posting aja dah !!!

Ini,,draft ucapan terima kasih dalam buku T.U.G.A.S A.K.H.I.R ku…. Walaupun klo ditanya : “KAPAN SIDANG ?” trus jawabanku : “Hmmm..doain aja, MAY…be yes…MINGGU DEPAN..” ntah minggu depan dari minggu yang keberapaalias blom selesai,,,ya mudah-mudahan mendadak dapat ilham dapat karena udah diposting di blog..huahahahaha…Amien!!

————-

Lembar Persembahan
Demi Allah, yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya…
Alhamdulilah segala puji bagi Allah Swt, pemilik segala ilmu pengetahuan dan kasih sayang serta shalawat dan salam kepada suri teladan terbaik, Rasulullah Saw. Pembuatan Tugas Akhir ini tak luput dari bantuan banyak pihak, sungguh tak ada kata yang patut terucap selain ucapan Terimakasih sebesarnya kepada:
  • Bapak Fazmah Arif Yulianto, ST,MT sebagai Pembimbing 1, Christ Bolung Ngantung, ST. Sebagai Pembimbing 2 atas masukan, dukungan, arahan, bimbingan dan motivasinya kepada penulis selama pengerjaan Tugas Akhir ini.
  • Mama Aini Nahdati Bsc. (Alm), Papa Mawardi Umar, SKM dan Bunda Yulastri Arif Skp.,Mkep yang telah membesarkan dan mendidik penulis. Terima kasih karena telah menjadi pintu rahmat dan kebahagian dari Allah.
  • Kakak – Adik tersayang : Teta Lusi ”Uci” A. Aidi, Teti Sari ”Ayie” Aidi , Abang Ibnu Aidi, Kakak Laila Aidi, dan Abang FL. Bayudi
  • Sahabat-sahabat ku : Gayuh, Alin, Putri, Oca, Tami, Mitta, Melati, Novia, Shanti, Iphenk, Jenny, Gede, Ale, Helga dan teman – teman senasip seperjuangan D3IF 2601 dan S1 IF Ekstensi 2005 : Maska, Susan, Tina, M’dewi, M’ari, M’dinta, Widya, Rika, Cici, Ipit, Agung, Eka, Riza, Wahyu, Sapu, dll. We are the Winner guys!!
  • Penjelajah ASTACALA : Gepeng, Bejat, Mb Doni, Kebluk, Kopet, Momesh, Ulil, Kebo, JQ, Mb Ijul, Astaka, Kak Ipoy, dll dan setan – setan sekre : Ayis, Mb Uuth (Makasih banget buat kamarnya…!!), Sapi, Onie, Indun, Surotong, Tukul, Petong, Widha, Prita, Pipin, Acong, Boleng, Engkong, Gong, Monoph, Angkatan Kawah Asa, Jejak Rimba.. Jagain sekre ya.. !!
  • Rekan – rekan BEM KBM ITTelkom 2003-2004, DPM KBM ITTelkom 2004-2005, Keluarga Besar Asrama Putri ITTelkom 2002–2004 (Mbak Niar, Mbak Uppi, Ayu’ Chika, Mbak Wuri, Mbak Ratna, Mimie,Yunita, Ratna, dll), kepanitiaan BPPU / KPU KBM ITTelkom 2004 & 2005, SEC Festifal 2003 & 2004, PDKT 2003 & 2005, dan dedengkot penghuni Student Center.
  • Rekan – rekan Asisten Common Laboratory 2005-2006, Studio Sistem Keamanan Jaringan Komputer 2006, Student’ers ITTelkom, Gembel 4G MobileComm Laboratory : Fl3su5, Bob, Om, Timin, Adi, Arif, Dana, Pak RT, TW, Natha, Mas Darmo, Kaipank, dark_ipl, Lutfi, dll. go MobileComm community !!
  • Keluarga Besar di Sagita House, my lovely home in Bandung : Bapak – Ibu Lisol Hadiwijaya, Mas Danu dan Mey, Anie, Vivin Dunis, Indah, Ocha, Neng Pui, Reny, adik – adik ku Ira, Windi, Nadya, Ani.
  • Alamamater penulis TK Kutilang Dilli – Timo Leste, SD N 01 Dilli – Timor Leste, SD N 17 Padang, SD N 15 Bukittinggi, SLTP 1 Bukittinggi, SMU 3 Bukittinggi, SMU 1 Solok, STTTelkom Bandung dan semua guru serta dosen yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis hingga saat ini.
  • Mas Achmad “Mamat” Fauzi, ST dan Mbak Nidaul “Nidya” Husna, ST. yang sering penulis ganggu dengan berbagai pertanyaan, semoga Allah memberi amalan sebaik – baiknya. Ai & Erna di Politeknik UI, diskusi bersama dalam penyelesai Tugas Akhir ini, insya Allah dapat segera menyusul & mendapat kemudahan.
  • Orang Tua di Bandung : Mak dan Abah, Pak Mumun, Bu Oneng, Bapak-Ibu Cleaning Service & Loundry, Bapak-Bapak Security, Pak Budi..untuk mie ayam diwaktu sore nya, Pak Bambang & rekan – rekan Mountain Bike Club.
  • Bapak xxx, Ibu yyy, Bapak zzz sebagai dosen penguji Tugas Akhir dan Jurusan Teknik Informatika STTTelkom: Pak Heri, Pak Jack, Pak Iwan dan Bu Santi, atas kelancaran administrasi selama ini.
  • ·         James Gosling dan Green Project Research Group di Sun Microsystems, untuk bahasa pemrograman yang sangat fenomenal, Java & The Google Guys : Sergey Brin dan Larry Page, untuk the great engine in the world.
  • Para Blogger, Gunung; Sungai; Gua; Tebing; Hutan rimba, Langit biru dan seluruh isi alam raya yang telah sudi menjadi guru terbaik, menemani perjalanan dan mendengar kegelisahan ini.
  • My lost soul..that makes me always fight to be a better person. I’ll see you again sooner or later. Thanks for your memories.
  • Pihak – pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu namun memberikan arti lebih dalam pembuatan Tugas Akhir ini, terima kasih banyak.
Bandung, Desember 2007
[InsyaAllah..!!]
Penulis





Vielen Dank

21 11 2007
Bingung mo nulis apaan..bahan tulisan yang lagi on the road blom layak terbit juga (tunggu aja tanggal mainnya..heheheh). Ya udin dari pada nganggur sambil celingak-celinguk coding yang kaga kunjung kelar….posting aja dah !!!

Ini,,draft ucapan terima kasih dalam buku T.U.G.A.S A.K.H.I.R ku…. Walaupun klo ditanya : “KAPAN SIDANG ?” trus jawabanku : “Hmmm..doain aja, MAY…be yes…MINGGU DEPAN..” ntah minggu depan dari minggu yang keberapaalias blom selesai,,,ya mudah-mudahan mendadak dapat ilham dapat karena udah diposting di blog..huahahahaha…Amien!!

————-

Lembar Persembahan

Alhamdulilah segala puji bagi Allah Swt, pemilik segala ilmu pengetahuan dan kasih sayang serta shalawat dan salam kepada Rasulullah Saw, suri teladan terbaik. Pembuatan Tugas Akhir ini tak luput dari bantuan banyak pihak, sungguh tak ada kata yang patut terucap selain ucapan Terimakasih sebesarnya kepada:

  • Bapak Fazmah Arif Yulianto, ST,MT sebagai Pembimbing 1, Christ Bolung Ngantung, ST. Sebagai Pembimbing 2 atas masukan, dukungan, arahan, bimbingan dan motivasinya kepada penulis selama pengerjaan Tugas Akhir ini.
  • Mama Aini Nahdati Bsc. (Alm), Papa Mawardi Umar, SKM dan Bunda Yulastri Arif Skp.,Mkep yang telah membesarkan dan mendidik penulis. Terima kasih karena telah menjadi pintu rahmat dan kebahagian dari Allah.
  • Kakak – Adik tersayang : Teta Lusi ”Uci” A. Aidi, Teti Sari ”Ayie” Aidi , Abang Ibnu Aidi, Kakak Laila Aidi, dan Abang FL. Bayudi
  • Sahabat-sahabat ku : Gayuh, Alin, Putri, Oca, Tami, Mitta, Melati, Novia, Shanti, Iphenk, Jenny, Gede, Ale, Helga dan teman – teman senasip seperjuangan D3IF 2601 dan S1 IF Ekstensi 2005 : Maska, Susan, Tina, M’dewi, M’ari, M’dinta, Widya, Rika, Cici, Ipit, Agung, Eka, Riza, Wahyu, Sapu, dll. We are the Winner guys!!
  • Rekan – Rekan ASTACALA, ex BEM STTTelkom 2003-2004, ex DPM STTTelkom 2004-2005, Keluar Besar Astri STTTelkom 2002 – 2004, kepanitiaan BPPU 2003-2005, SEC Festifal 2003 – 2004, PDKT 2003 – 2004
  • Rekan – rekan ex Asisten CommonLab 2005-2005, Studio Sistem Keamanan Jaringan Komputer 2006 dan Student’ers STTTelkom serta Gembel 4G di MobileComm Laboratory : Fl3su5, Bob, Om, Timin, Adi, Arif, Dana, Pak RT, TW, Natha, Mas Darmo, Kaipank, dark_ipl, Lutfi, dll. Tetap berkarya, go MobileComm comunity !!
  • Keluarga Besar Sagita House : Bapak – Ibu Lisol Hadiwijaya, Mas Danu dan Mey, Anie, Vivin Dunis, Indah, Ocha, Neng Pui, Reny, adik – adik ku Ira, Windi, Nadya, Ani.
  • Alamamater penulis TK Kutilang Dilli – Timo Leste, SD N 01 Dilli – Timor Leste, SD N 17 Padang, SD N 15 Bukittinggi, SLTP 1 Bukittinggi, SMU 3 Bukittinggi, SMU 1 Solok, STTTelkom Bandung dan semua guru serta dosen yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis hingga saat ini.
  • Bapak xxx, Ibu yyy, Bapak zzz sebagai dosen penguji Tugas Akhir dan Jurusan Teknik Informatika STTTelkom: Pak Heri, Pak Jack, Pak Iwan dan Bu Santi, atas kelancaran administrasi selama ini.
  • Para Blogger mania, Gunung; Sungai; Gua; Tebing; Hutan; dan seluruh isi alam raya yang telah sudi menjadi guru terbaik bagi kehidupan, menemani perjalanan dan menerima kegelisahan ini.
  • My lost soul..that makes me always fight to be a better person. I’ll see you again sooner or later. Thanks for your memories.
  • Pihak – pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu namun memberikan arti lebih dalam pembuatan Tugas Akhir ini, terima kasih banyak.

Bandung, Desember 2007

[InsyaAllah..!!]

Penulis






Cukup

13 11 2007

Aku sudah pergi dan tak akan pernah kembali lagi.
Kamu tau, tak akan bisa kau mencariku.
Dan memang tau perlu lagi kau tau kabarku.
Cukuplah sudah di jalan hidup yang itu kita berpapasan.

Hanya ada doa, yang ingin selalu kuucapkan.
Sebab rasa ini hanya kuikhlaskan dan coba kulepaskan,
karena Yang memberikannya memintaku melakukannya.

Siang ini, biarkan ku berjalan sendiri dengan diriku.
Karena malam nanti, aku ingin bermimpi kembali tentang kita
Dan ketika subuh menjelang, akan kutata kembali hidup untuk hari yang baru