mahasisiwa ideal ala ASTACALA

24 09 2007

– Effective n efficient,
Seorang bijak pernah mengatakan “Sebagian besar hal yang besar terjadi didunia ini dilakukan oleh orang – orang yang sangat sibuk atau sangat sakit. Sangat jarang lingkungan yang santai mampu membentuk seorang untuk menjadi sukses atau bertumbuh.” So, jadilah mahasiswa aktiv, ikuti program / organisasi yang menurutmu baik dan sesuai dengan minat. Di ASTACALA, kita dikondisikan untuk efektiv dan efisien memanfaatkan waktu. Terkadang, organisasi atau diperkuliahan memang menyita waktu dan perhatian kita. So, manfaatkanlah kesempatan yang tersisa untuk menyelesaikan amanah yang masih tertinggal.
– Nature,
Percaya atau tidak, alam akan selalu mampu memberikan ketenangan. Dengan mengenyampingkan sejenak urusan yang kadang membuat mumet (TP, tugas besar, Quiz, utang, dll), menikmati keindahan lingkungan sekitar, mengunjungi tempat-tempat terpencil, bertemu dengan orang – orang asing, kebudayaan atau bahasa berbeda di seluruh penjuru negri akan mampu merefresh otak kita, mencoba untuk hidup sederhana dan lepas dari rutinitas atau prolem hidup, serta mungkin dapat memberi sedikit contoh kearifan.
-Jointly,
Menjadi “makhluk sosial”, bergabunglah bersama komunitas yang berbeda – beda, cari informasi sebanyak mungkin, berdiskusilah dengan berbagai macam orang…Jangan biarkan dirimu perlahan-lahan menjadi mahasiswa kuper atau autis, yang tidak peduli dengan dunia luar. Bergaulah, dengan begitu hidup ini akan terasa lebih indah, karena kegembiraan itu salah satunya akan datang dari persahabatan.
– Organize
Diantara seabrek tugas kuliah yang bikin pusing, Te-Pe yang bikin sensi, rapat organisasi yang bikin cape dech, dll..kamu mesti bisa me-manage jadwal dengan baik. Aturlah segala sesuatu sesuai prioritasnya, karna setiap kita hanya diberi waktu 24 jam sehari dan kita tak akan pernah duduk di dua kursi sekaligus..terkadang memang kita harus meninggalkan amanah yang satu untuk membuat amanah yang lain berjalan, tapi ketika kesempatan untuk kembali datang, kejarlah ketertinggalan dan berikan yang terbaik. Jadilah orang yang berkompeten !!
-Yummy
inilah asiknya, anggaplah semua aktivitas yang kamu lakukan selezat makanan kesukaan kamu…Hmmm…nyak…enyak…enyak..enyak…Majulah jika kesempatan untuk memegang amanah datang padamu, belajar sebanyak – banyak nya dari orang lain dan lingkungan, dan jangan lupa enjoy your -only one- Life guys !!
Banyak anggapan yang berkembang, bahwa MAPALA itu hanyalah kumpulan orng-orang urakan, dekil, kuliah ga bener, doyan berantem, dsb..dsb…Tapi taukah anda Soe Hok Gie -aktivis mahasiswa dijaman orde lama yang mulai tekenal lagi ketika kisah hidupnya difilmkan dan dibintangi Nicolas Saputra- adalah salah satu pendiri MAPALA UI ?
Dikalangan pecinta alam sendiri, banyak dikenal tokoh – tokoh besar. Yang tidak saja adalah orang – orang yang menghargai hidup, tapi juga pribadi yang berintegritas, menghargai waktu, serta memiliki komitmen yang besar dengan target – targetnya. “Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita”, begitulah dulu Soe Hok Gie pernah berucap…
Jadi, ga semua anak MAPALA itu jelek, jadilah apapun yang kamu inginkan dan berprestasilah dimanapun..

by ASTACALA team
take from BEWARA ASTACALA.

Advertisements




mahasisiwa ideal ala ASTACALA

24 09 2007
– Effective n efficient,
Seorang bijak pernah mengatakan “Sebagian besar hal yang besar terjadi didunia ini dilakukan oleh orang – orang yang sangat sibuk atau sangat sakit. Sangat jarang lingkungan yang santai mampu membentuk seorang untuk menjadi sukses atau bertumbuh.” So, jadilah mahasiswa aktiv, ikuti program / organisasi yang menurutmu baik dan sesuai dengan minat. Di ASTACALA, kita dikondisikan untuk efektiv dan efisien memanfaatkan waktu. Terkadang, organisasi atau diperkuliahan memang menyita waktu dan perhatian kita. So, manfaatkanlah kesempatan yang tersisa untuk menyelesaikan amanah yang masih tertinggal.

– Nature,
Percaya atau tidak, alam akan selalu mampu memberikan ketenangan. Dengan mengenyampingkan sejenak urusan yang kadang membuat mumet (TP, tugas besar, Quiz, utang, dll), menikmati keindahan lingkungan sekitar, mengunjungi tempat-tempat terpencil, bertemu dengan orang – orang asing, kebudayaan atau bahasa berbeda di seluruh penjuru negri akan mampu merefresh otak kita, mencoba untuk hidup sederhana dan lepas dari rutinitas atau prolem hidup, serta mungkin dapat memberi sedikit contoh kearifan.

-Jointly,
Menjadi “makhluk sosial”, bergabunglah bersama komunitas yang berbeda – beda, cari informasi sebanyak mungkin, berdiskusilah dengan berbagai macam orang…Jangan biarkan dirimu perlahan-lahan menjadi mahasiswa kuper atau autis, yang tidak peduli dengan dunia luar. Bergaulah, dengan begitu hidup ini akan terasa lebih indah, karena kegembiraan itu salah satunya akan datang dari persahabatan.

– Organize
Diantara seabrek tugas kuliah yang bikin pusing, Te-Pe yang bikin sensi, rapat organisasi yang bikin cape dech, dll..kamu mesti bisa me-manage jadwal dengan baik. Aturlah segala sesuatu sesuai prioritasnya, karna setiap kita hanya diberi waktu 24 jam sehari dan kita tak akan pernah duduk di dua kursi sekaligus..terkadang memang kita harus meninggalkan amanah yang satu untuk membuat amanah yang lain berjalan, tapi ketika kesempatan untuk kembali datang, kejarlah ketertinggalan dan berikan yang terbaik. Jadilah orang yang berkompeten !!

-Yummy
inilah asiknya, anggaplah semua aktivitas yang kamu lakukan selezat makanan kesukaan kamu…Hmmm…nyak…enyak…enyak..enyak…Majulah jika kesempatan untuk memegang amanah datang padamu, belajar sebanyak – banyak nya dari orang lain dan lingkungan, dan jangan lupa enjoy your -only one- Life guys !!

Banyak anggapan yang berkembang, bahwa MAPALA itu hanyalah kumpulan orng-orang urakan, dekil, kuliah ga bener, doyan berantem, dsb..dsb…
Tapi taukah anda Soe Hok Gie -aktivis mahasiswa dijaman orde lama yang mulai tekenal lagi ketika kisah hidupnya difilmkan dan dibintangi Nicolas Saputra- adalah salah satu pendiri MAPALA UI ?
DIkalangan pecinta alam sendiri, banyak dikenal tokoh – tokoh besar. Yang tidak saja adalah orang – orang yang menghargai hidup, tapi juga pribadi yang berintegritas, menghargai waktu, serta memiliki komitmen yang besar dengan target – targetnya. “Kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita”, begitulah dulu Soe Hok Gie pernah berucap…
Jadi, ga semua anak MAPALA itu jelek, jadilah apapun yang kamu inginkan dan berprestasilah dimanapun..

by ASTACALA team
take from BEWARA ASTACALA.





Research Group Recruitment

20 09 2007

Mobile Communication Laboratory, one of the well known laboratory in mobile communication research and development, are inviting highly qualified person for Laboratory Research Group position for each division:

1. Cellular Networks code: CN
Job desk:
· Introduction cellular technology and evolution
· MSC AMPS EMX 500 + BTS operation and maintenance
· RF Planning
· MATLAB / SIMULINK research, application and simulation
· Software and hardware application analysis and research

Special requirements:
· Students of STT Telkom
Topic for paper:
· Next generation on cellular technology (4th generation Ex. ATDMA, OFDM, MCCDMA, UWB, MIMO etc.),
· Broadband wireless access,
· Hardware of wireless technology,
· Enhanced 3G (HSDPA), etc.

2. Mobile Application code: MA
Job desk:
· OOP concept with Java and C++
· Developing BREW application
· Mobile Operating System, J2ME application
· Developing Symbian C++ application
· Developing LBS and implementation
· Software engineering SMS/MMS
· SMS/MMS application and implementation
· Developing WAP and implementation
· Developing mobile internet application (streaming, chat, etc)

Topic for paper:
· OOP in JAVA, Comparison BREW and J2ME,
· Developing VAS with J2ME, BREW,
· Symbian OS, Palm OS, and .Net platform,
· GPS and LBS Implementation,
· Messaging Evolution and SMS/MMS Cellular network,
· Developing SMS or MMS application,
· WAP Gateway Implementation, Value Added Service with WAP,
· Comparison XHTML and WML,etc.

Special requirements:
· Students of STT Telkom
· Know some programming language

General Requirements (for all division) :

  • Good command of English and Good communication.
  • Good knowledge about basic cellular concept.
  • Self motivated, creative , dynamic, self confidence and teamwork ability.
  • Qualified in special requirements in each division you will choose

Suitable qualified applicants are invited to apply no later than Sept 24 th, 2007 at 23:59:59 pm after this advertisement together with :

Application letter (with your division choice) (in english)
Curriculum Vitae (in english)
Academic Transcript
Latest photograph (4 x 6 cm) 2 pc
Paper (choose one topic in the list, suitable with your division choice) :
(in Indonesian, 2 pages minimum, font :Arial, line spacing1,5 )

Please send it (directly to laboratory) in A4 envelope :

Mobile Communication Laboratory
http://mobilecommlab.or.id
STT Telkom Bandung E – 203
Jl Telekomunikasi no 1, DayeuhKolot
Bandung 40257
CN –> Blue Envelope
MA –> Yellow Envelope

and write your division code choice in Top Left your A4 envelope !!!!!





Research Group Recruitment

20 09 2007

Mobile Communication Laboratory, one of the well known laboratory in mobile communication research and development, are inviting highly qualified person for Laboratory Research Group position for each division:

1. Cellular Networks code: CN
Job desk:
· Introduction cellular technology and evolution
· MSC AMPS EMX 500 + BTS operation and maintenance
· RF Planning
· MATLAB / SIMULINK research, application and simulation
· Software and hardware application analysis and research

Special requirements:
· Students of STT Telkom
Topic for paper:
· Next generation on cellular technology (4th generation Ex. ATDMA, OFDM, MCCDMA, UWB, MIMO etc.),
· Broadband wireless access,
· Hardware of wireless technology,
· Enhanced 3G (HSDPA), etc.

2. Mobile Application code: MA
Job desk:
· OOP concept with Java and C++
· Developing BREW application
· Mobile Operating System, J2ME application
· Developing Symbian C++ application
· Developing LBS and implementation
· Software engineering SMS/MMS
· SMS/MMS application and implementation
· Developing WAP and implementation
· Developing mobile internet application (streaming, chat, etc)

Topic for paper:
· OOP in JAVA, Comparison BREW and J2ME,
· Developing VAS with J2ME, BREW,
· Symbian OS, Palm OS, and .Net platform,
· GPS and LBS Implementation,
· Messaging Evolution and SMS/MMS Cellular network,
· Developing SMS or MMS application,
· WAP Gateway Implementation, Value Added Service with WAP,
· Comparison XHTML and WML,etc.

Special requirements:
· Students of STT Telkom
· Know some programming language

General Requirements (for all division) :
* Good command of English and Good communication.
* Good knowledge about basic cellular concept.
* Self motivated, creative , dynamic, self confidence and teamwork ability.
* Qualified in special requirements in each division you will choose

Suitable qualified applicants are invited to apply no later than Sept 24 th, 2007 at 23:59:59 pm after this advertisement together with :

Application letter (with your division choice) (in english)
Curriculum Vitae (in english)
Academic Transcript
Latest photograph (4 x 6 cm) 2 pc
Paper (choose one topic in the list, suitable with your division choice) :
(in Indonesian, 2 pages minimum, font :Arial, line spacing1,5 )

Please send it (directly to laboratory) in A4 envelope :

Mobile Communication Laboratory
http://mobilecommlab.or.id
STT Telkom Bandung E – 203
Jl Telekomunikasi no 1, DayeuhKolot
Bandung 40257
CN –> Blue Envelope
MA –> Yellow Envelope

and write your division code choice in Top Left your A4 envelope !!!!!





Research Group Recruitment

20 09 2007

Mobile Communication Laboratory, one of the well known laboratory in mobile communication research and development, are inviting highly qualified person for Laboratory Research Group position for each division:

1. Cellular Networks code: CN
Job desk:
· Introduction cellular technology and evolution
· MSC AMPS EMX 500 + BTS operation and maintenance
· RF Planning
· MATLAB / SIMULINK research, application and simulation
· Software and hardware application analysis and research

Special requirements:
· Students of STT Telkom
Topic for paper:
· Next generation on cellular technology (4th generation Ex. ATDMA, OFDM, MCCDMA, UWB, MIMO etc.),
· Broadband wireless access,
· Hardware of wireless technology,
· Enhanced 3G (HSDPA), etc.

2. Mobile Application code: MA
Job desk:
· OOP concept with Java and C++
· Developing BREW application
· Mobile Operating System, J2ME application
· Developing Symbian C++ application
· Developing LBS and implementation
· Software engineering SMS/MMS
· SMS/MMS application and implementation
· Developing WAP and implementation
· Developing mobile internet application (streaming, chat, etc)

Topic for paper:
· OOP in JAVA, Comparison BREW and J2ME,
· Developing VAS with J2ME, BREW,
· Symbian OS, Palm OS, and .Net platform,
· GPS and LBS Implementation,
· Messaging Evolution and SMS/MMS Cellular network,
· Developing SMS or MMS application,
· WAP Gateway Implementation, Value Added Service with WAP,
· Comparison XHTML and WML,etc.

Special requirements:
· Students of STT Telkom
· Know some programming language

General Requirements (for all division) :

  • Good command of English and Good communication.
  • Good knowledge about basic cellular concept.
  • Self motivated, creative , dynamic, self confidence and teamwork ability.
  • Qualified in special requirements in each division you will choose

Suitable qualified applicants are invited to apply no later than Sept 24 th, 2007 at 23:59:59 pm after this advertisement together with :

Application letter (with your division choice) (in english)
Curriculum Vitae (in english)
Academic Transcript
Latest photograph (4 x 6 cm) 2 pc
Paper (choose one topic in the list, suitable with your division choice) :
(in Indonesian, 2 pages minimum, font :Arial, line spacing1,5 )

Please send it (directly to laboratory) in A4 envelope :

Mobile Communication Laboratory
http://mobilecommlab.or.id
STT Telkom Bandung E – 203
Jl Telekomunikasi no 1, DayeuhKolot
Bandung 40257
CN –> Blue Envelope
MA –> Yellow Envelope

and write your division code choice in Top Left your A4 envelope !!!!!





Meretas langkah perjuangan

9 09 2007

Kadang aku tak mengerti mengapa aku harus disini. melakukan hal – hal yang mereka jadikan sebagai amanah bagiku, menunaikan tanggung jawab yang terkadang menghimpit, menahan kemarahan yang serasa memecahkan dada, lalu mencoba diam seakan semua baik – baik saja dan tidak ada masalah.

Aku teringat 4 tahun lalu, ketika itu aku, mas anug, dan seorang lain sedang menunggu angkutan untuk mengikuti sebuah seminar kepemimpinan di kampus ITB. waktu itu aku hanya kebetulan saja berada dalam situasi ini -sebagai wakil dari BEM STTTelkom- karena ajakan mas Anug ketika aku sedang asyik membaca koran di sekre kami. Saat itu, aku hanya mahasiswa tingkat pertama yang sedang dalam berada dalam kondisi yang begitu bersemangat dengan hidup baruku, dengan begitu banyak pertanyaan “mengapa” dan sedang mencari idealisme yang dapat kujadikan contoh bagi sikapku. Dalam penungguan itu, sempat aku terlibat percakapan menarik dengan Mas Anug. Dari keseluruhan sesi itu, ada satu yang begitu kuingat hingga saat ini.

Setiap kita memiliki hidup yang dipenuhi berbagai orang dengan kepentingan yang berbeda – beda bahkan bertentangan satu sama lain. Ada banyak saat yang akan sering kita temui dalam hidup, ketika kita merasa ditarik – tarik dari berbagai sisi, mencoba memenuhi keinginan banyak orang, menunaikan begitu banyak harapan -orang tua, kawan seperjuangan, pacar, saudara, bos, dll- Ada banyak momen dalam hidup ini, ketika kita dilanda semua tuntutan itu, amanah ini, suka atau tidak suka, sanggub atau tidak sanggub.
Tapi kita juga punya banyak momen untuk belajar dari itu semua. Menjadi “tong” tempat dunia disekitar kita membuang keluh kesah, meneriakan pemikiran, menuangkan kekesalan, menceritakan kegembiraan, mengisahkan heroik pengakuan diri. Karena semua manusia ingin didengarkan dan mendapat pengakuan. Inilah makanan bagi mental setiap kita. Bukankah Begitu banyak anomali dalam hidup ini ? yang bahkan hukum fisika maupun matematika pun tak akan mempu menterjemahkan apalagi memberi penjelasan. Kita kadang tak menyadari, bahwa pembicara yang baik itu tak lain adalah pendengar yang simpatik atau pemenang yang sesungguhnya adalah yang mengalah ketika kemarahan sudah diujung ubun – ubun.

Allah Maha Kuasa yang membuat kegala kerumitan hidup ini dilindungi dalam kesederhanaan.
Kadang aku limbung ketika memikirkan mengapa aku masih ada di sini. Meretas satu demi satu langkah perjuangan ini yang orang lainpun tak ingin menjalaninya, terpaksa menjadi pribadi yang tidak dikenal orang, mengatakan kebenaran yang menyakitkan yang bahakan tak ingin kukatakan, berada dalam posisi untuk mengambil keputusan yang tidak ingin diambil orang lain, menjadi tumbal bagi semua kesalahan – kesalahan. “Dipuncak itu sepi rasanya“, begitulah dulu yang pernah dikatakan John Maxwell. Dan saat ini, itulah yang kurasakan, suka atau tidak suka aku telah berada disini saat ini, disini, sekarang. Berdiri di puncak yang sepi ini, hanya ditemani sepoi angin dingin yang setiap saat bisa berubah menjadi badai yang mematikan.
Saat ini dan berjuta momen sebelumnya, kusadari aku telah ditinggalkan. Dari kawan – kawan yang saharusnya bersamaku menunaikan amanah ini. Tapi kata orang, dunia berputar karena kesenjangan fakta dan harapan. Dan inilah fakta yang harus dihadapi saat ini, tentang janji yang tidak ditunaikan, tentang kepercayaan yang ditinggalkan. “Tenang saja, klo udah sidang ntar kuselesaikan ini semua, gantian kita”, seribu ucapan seperti itu yang coba kupahami berjuta detik yuang lalu. Tapi manusia itu memang selalu sama dengan ucapannya, yang membedakannya hanya apa yang dia lakukan dengan ucapan itu. Itulah yang membedakan pecundang dengan pemenang. Dan mereka pergi, lari dari amahan ini dan meninggalkanku.
Ada begitu banyak keresahan yang ingin ditumpahkan, kemarahan yang ingin dilampiaskan hingga membuat seluruh tubuhku bergetar karena menahannya, sumpah serapah yang ingin diteriakan, kesedihan yang ingin kuwujudkan dalam tangis. Tapi untuk apa itu semua ? bukankah kita hidup untuk menantang kesulitan? dan belajar sebanyak – banyaknya dari itu semua? Sekarang yang ingin kulakukan hanya membersihkan diriku dari najis yang melekat, katanya air wudhu ini membasuh marah, keresahan atau kesedihan. Lalu aku pun menulis.
AKu teringat Mak dan Abah. Kedua orang tua yang kusayangi disini. aku teringat tubuh renta Mak yang selalu dengan semangat menawariku gorengan yang terlalu besar dengan tepung ketika aku dengan perut keroncongan datang ke warungnya yang telah reot dan meminta makan. Aku teringat Abah yang selalu tertawa lebar menampakan gigi ompongnya saat ku berjalan menyusuri tepian pematang sawahnya yang telah menguning dan akan panen sebentar lagi. Mendengar ia mengatakan sesuatu dalam bahasa negri ini dengan bunyi yang tak pernah kumengerti selain mengucapkan “nuhun..nuhun abah..”
Waktu itu aku terlelap di bawah kerindangan kebun sederhana ini. Dan tiba – tiba terdengar seperti suara gemuruh yang semakin mendekat. Sontak aku berlari keluar dan ah, ternyata hujan..sungguh sudah begitu lama tanah ini tidak dibasuh langit. Dan hujan ini seakan hanya menyapa, karena esoknya dan kesudahannya ia tak datang lagi. Menyisakan tanya, “Ada apa ya Allah ?“. Malam sesudahnya, Mak mendatangiku. Dengan irama kata yang kutau menahan sedih, ia mengatakan padaku “listrik mak mati, dek.” Masih limbung entah karena aura kasur yang memabukan atau mendengar berita itu, aku mendengarkan beliau. Mak..Orang tua ku yang renta, saat ini ada dihadapanku, menahan tangis yang ingin sebenarnya ingin ditumpahkannya.
Aku tak tau apa yang mampu kulakukan. Aku hanya orang biasa dengan gelombang demi gelombang amanah di bahuku. Yang dipaksa menahan marah yang membuncah, menepis kebencian walau ditinggalkan, mencoba ikhlas menerima kesulitan ini, melupakan masa lalu yang harus ditinggalkan, menatap saat ini dan menyongsong masa depan walau dengan merangkak sekalipun. Semua fakta ini harus kutelan dan tak boleh keluar dari rongga dadaku walaupun ia semakin sempit dengan sejuta pernyataan tak terjawab. Aku merasa sendiri, hanya mampu mendengar suara bising dunia disekitarku dengan sayup.
Aku ingin pulang. entah kemana. Bukankah Allah bersama orang – orang yang bersabar ?
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan kami telah menghilangkan darimu bebanmu? yang memberatkan punggungmu? Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu? Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap.(Al-Insyiroh 1-8)





Meretas langkah perjuangan

9 09 2007

Kadang aku tak mengerti mengapa aku harus disini. melakukan hal – hal yang mereka jadikan sebagai amanah bagiku, menunaikan tanggung jawab yang terkadang menghimpit, menahan kemarahan yang serasa memecahkan dada, lalu mencoba diam seakan semua baik – baik saja dan tidak ada masalah.Aku teringat 4 tahun lalu, ketika itu aku, mas anug, dan seorang lain sedang menunggu angkutan untuk mengikuti sebuah seminar kepemimpinan di kampus ITB. waktu itu aku hanya kebetulan saja berada dalam situasi ini -sebagai wakil dari BEM STTTelkom- karena ajakan mas Anug ketika aku sedang asyik membaca koran di sekre kami. Saat itu, aku hanya mahasiswa tingkat pertama yang sedang dalam berada dalam kondisi yang begitu bersemangat dengan hidup baruku, dengan begitu banyak pertanyaan “mengapa” dan sedang mencari idealisme yang dapat kujadikan contoh bagi sikapku. Dalam penungguan itu, sempat aku terlibat percakapan menarik dengan Mas Anug. Dari keseluruhan sesi itu, ada satu yang begitu kuingat hingga saat ini.

Setiap kita memiliki hidup yang dipenuhi berbagai orang dengan kepentingan yang berbeda – beda bahkan bertentangan satu sama lain. Ada banyak saat yang akan sering kita temui dalam hidup, ketika kita merasa ditarik – tarik dari berbagai sisi, mencoba memenuhi keinginan banyak orang, menunaikan begitu banyak harapan -orang tua, kawan seperjuangan, pacar, saudara, bos, dll- Ada banyak momen dalam hidup ini, ketika kita dilanda semua tuntutan itu, amanah ini, suka atau tidak suka, sanggub atau tidak sanggub.

Tapi kita juga punya banyak momen untuk belajar dari itu semua. Menjadi “tong” tempat dunia disekitar kita membuang keluh kesah, meneriakan pemikiran, menuangkan kekesalan, menceritakan kegembiraan, mengisahkan heroik pengakuan diri. Karena semua manusia ingin didengarkan dan mendapat pengakuan. Inilah makanan bagi mental setiap kita. Bukankah Begitu banyak anomali dalam hidup ini ? yang bahkan hukum fisika maupun matematika pun tak akan mempu menterjemahkan apalagi memberi penjelasan. Kita kadang tak menyadari, bahwa pembicara yang baik itu tak lain adalah pendengar yang simpatik atau pemenang yang sesungguhnya adalah yang mengalah ketika kemarahan sudah diujung ubun – ubun.

Allah Maha Kuasa yang membuat kegala kerumitan hidup ini dilindungi dalam kesederhanaan.

Kadang aku limbung ketika memikirkan mengapa aku masih ada di sini. Meretas satu demi satu langkah perjuangan ini yang orang lainpun tak ingin menjalaninya, terpaksa menjadi pribadi yang tidak dikenal orang, mengatakan kebenaran yang menyakitkan yang bahakan tak ingin kukatakan, berada dalam posisi untuk mengambil keputusan yang tidak ingin diambil orang lain, menjadi tumbal bagi semua kesalahan – kesalahan. “Dipuncak itu sepi rasanya“, begitulah dulu yang pernah dikatakan John Maxwell. Dan saat ini, itulah yang kurasakan, suka atau tidak suka aku telah berada disini saat ini, disini, sekarang. Berdiri di puncak yang sepi ini, hanya ditemani sepoi angin dingin yang setiap saat bisa berubah menjadi badai yang mematikan.

Saat ini dan berjuta momen sebelumnya, kusadari aku telah ditinggalkan. Dari kawan – kawan yang saharusnya bersamaku menunaikan amanah ini. Tapi kata orang, dunia berputar karena kesenjangan fakta dan harapan. Dan inilah fakta yang harus dihadapi saat ini, tentang janji yang tidak ditunaikan, tentang kepercayaan yang ditinggalkan. “Tenang saja, klo udah sidang ntar kuselesaikan ini semua, gantian kita”, seribu ucapan seperti itu yang coba kupahami berjuta detik yuang lalu. Tapi manusia itu memang selalu sama dengan ucapannya, yang membedakannya hanya apa yang dia lakukan dengan ucapan itu. Itulah yang membedakan pecundang dengan pemenang. Dan mereka pergi, lari dari amahan ini dan meninggalkanku.

Ada begitu banyak keresahan yang ingin ditumpahkan, kemarahan yang ingin dilampiaskan hingga membuat seluruh tubuhku bergetar karena menahannya, sumpah serapah yang ingin diteriakan, kesedihan yang ingin kuwujudkan dalam tangis. Tapi untuk apa itu semua ? bukankah kita hidup untuk menantang kesulitan? dan belajar sebanyak – banyaknya dari itu semua? Sekarang yang ingin kulakukan hanya membersihkan diriku dari najis yang melekat, katanya air wudhu ini membasuh marah, keresahan atau kesedihan. Lalu aku pun menulis.

AKu teringat Mak dan Abah. Kedua orang tua yang kusayangi disini. aku teringat tubuh renta Mak yang selalu dengan semangat menawariku gorengan yang terlalu besar dengan tepung ketika aku dengan perut keroncongan datang ke warungnya yang telah reot dan meminta makan. Aku teringat Abah yang selalu tertawa lebar menampakan gigi ompongnya saat ku berjalan menyusuri tepian pematang sawahnya yang telah menguning dan akan panen sebentar lagi. Mendengar ia mengatakan sesuatu dalam bahasa negri ini dengan bunyi yang tak pernah kumengerti selain mengucapkan “nuhun..nuhun abah..”

Waktu itu aku terlelap di bawah kerindangan kebun sederhana ini. Dan tiba – tiba terdengar seperti suara gemuruh yang semakin mendekat. Sontak aku berlari keluar dan ah, ternyata hujan..sungguh sudah begitu lama tanah ini tidak dibasuh langit. Dan hujan ini seakan hanya menyapa, karena esoknya dan kesudahannya ia tak datang lagi. Menyisakan tanya, “Ada apa ya Allah ?“. Malam sesudahnya, Mak mendatangiku. Dengan irama kata yang kutau menahan sedih, ia mengatakan padaku “listrik mak mati, dek.” Masih limbung entah karena aura kasur yang memabukan atau mendengar berita itu, aku mendengarkan beliau. Mak..Orang tua ku yang renta, saat ini ada dihadapanku, menahan tangis yang ingin sebenarnya ingin ditumpahkannya.

Aku tak tau apa yang mampu kulakukan. Aku hanya orang biasa dengan gelombang demi gelombang amanah di bahuku. Yang dipaksa menahan marah yang membuncah, menepis kebencian walau ditinggalkan, mencoba ikhlas menerima kesulitan ini, melupakan masa lalu yang harus ditinggalkan, menatap saat ini dan menyongsong masa depan walau dengan merangkak sekalipun. Semua fakta ini harus kutelan dan tak boleh keluar dari rongga dadaku walaupun ia semakin sempit dengan sejuta pernyataan tak terjawab. Aku merasa sendiri, hanya mampu mendengar suara bising dunia disekitarku dengan sayup.

Aku ingin pulang. entah kemana. Bukankah Allah bersama orang – orang yang bersabar ?

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan kami telah menghilangkan darimu bebanmu? yang memberatkan punggungmu? Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu? Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap.” (Al-Insyiroh 1-8)