Take Care

26 12 2006

Pesanmu saat ini sudah kubaca. Isinya seperti sudah begitu kukenal artinya. Entahlah apakah aku salah atau tidak. Saat ini kuputuskan untuk tak membalasnya, mungkin aku ingin menulis. Mudah – mudahan model komunikasi ini cukup berkenan untukmu. Karena sejujurnya aku takut untuk membuka lagi pembicaraan kita dengan sejuta pesan itu. Entahlah bagimana kujelaskan ini, mungkin memang tak akan pernah bisa dijelaskan ya ? Hanya bisa terucap seperti ini. Jadi akhirnya kuputuskan saja untuk membuat tulisan ini, untukmu.

Hm, Ada apa denganmu saat ini ? Pertanyaan klasik ya. Mungkin sebenarnya tak pantas untuk ku tanyakan itu, karena memang seharusnya aku tak perlu tau apapun tentangmu. Entahlah. Hm, dulu aku pernah rasakan saat ngambek dengan tuhan juga. Waktu itu papa pindah tugas ke negri antah barantah, padahal saat ini ku sedang nikmati hidupku di tengah kota kecil yang dingin ini. Kota baruku itu juga kecil, panas dan -menurut hatiku yang tak kalah panas juga- tempat ini dipenuhi orang – orang udik. Saat itu, aku sedang tergila – gila dengan kakak kelasku. Karena dialah, aku meniti karir di lapangan tenis dan studio musik. Hahah…waktu itu aku ingin jadi atlit tenis sekaligus pemain gitar bass yang handal hanya demi untuk bisa dekat dengannya. Dan sekarang, Tuhan membuat ku harus pindah ke negri di ujung dunia ini, yang membuat semua rencanaku berantakan dan otakku kacau.

Saat itu aku juga marah dengan orang tuaku, walau aku tau tak ada hal lain yang bisa diperbuat oleh seorang dosen pegawai negri dengan surat tugasnya. Jadi kuputuskan untuk ngambek dengan Tuhan saja. Aku tak menemui nya sekalipun dalam hari – hariku, membuat kamarku berantakan dan kotor melebihi gudang belakang. Aku berlaku seperti berandalan di sekolah padahal semua guru di sekolah itu tau siapa orang tuaku dan reputasinya. Aku tak peduli. Lalu semua berubah saat bunda pulang setelah studinya selesai. rumah itu dipenuhi oleh sentuhannya. Dulu waktu bibi pembantu masuk dalam kamar ku dan membereskannya, aku akan ngamuk setengah mati. Lalu saat ini, bunda sendiri yang membersihkannya disuatu sore saatku pulang dari rutinitas sekolah yang membosankan. Lalu aku menangis di tengah kamar itu saat membaca pesan singkatnya, berisi kalimat yang kutak ingat persis apa isinya. Namun didalam ia katakan untukku menjaga diriku.


.: Al-Kahfi :.

Advertisements




Take Care

26 12 2006
Pesanmu saat ini sudah kubaca. Isinya seperti sudah begitu kukenal artinya. Entahlah apakah aku salah atau tidak. Saat ini kuputuskan untuk tak membalasnya, mungkin aku ingin menulis. Mudah – mudahan model komunikasi ini cukup berkenan untukmu. Karena sejujurnya aku takut untuk membuka lagi pembicaraan kita dengan sejuta pesan itu. Entahlah bagimana kujelaskan ini, mungkin memang tak akan pernah bisa dijelaskan ya ? Hanya bisa terucap seperti ini. Jadi akhirnya kuputuskan saja untuk membuat tulisan ini, untukmu.

Hm, Ada apa denganmu saat ini ? Pertanyaan klasik ya. Mungkin sebenarnya tak pantas untuk ku tanyakan itu, karena memang seharusnya aku tak perlu tau apapun tentangmu. Entahlah. Hm, dulu aku pernah rasakan saat ngambek dengan tuhan juga. Waktu itu papa pindah tugas ke negri antah barantah, padahal saat ini ku sedang nikmati hidupku di tengah kota kecil yang dingin ini. Kota baruku itu juga kecil, panas dan -menurut hatiku yang tak kalah panas juga- tempat ini dipenuhi orang – orang udik. Saat itu, aku sedang tergila – gila dengan kakak kelasku. Karena dialah, aku meniti karir di lapangan tenis dan studio musik. Hahah…waktu itu aku ingin jadi atlit tenis sekaligus pemain gitar bass yang handal hanya demi untuk bisa dekat dengannya. Dan sekarang, Tuhan membuat ku harus pindah ke negri di ujung dunia ini, yang membuat semua rencanaku berantakan dan otakku kacau.

Saat itu aku juga marah dengan orang tuaku, walau aku tau tak ada hal lain yang bisa diperbuat oleh seorang dosen pegawai negri dengan surat tugasnya. Jadi kuputuskan untuk ngambek dengan Tuhan saja. Aku tak menemui nya sekalipun dalam hari – hariku, membuat kamarku berantakan dan kotor melebihi gudang belakang. Aku berlaku seperti berandalan di sekolah padahal semua guru di sekolah itu tau siapa orang tuaku dan reputasinya. Aku tak peduli. Lalu semua berubah saat bunda pulang setelah studinya selesai. rumah itu dipenuhi oleh sentuhannya. Dulu waktu bibi pembantu masuk dalam kamar ku dan membereskannya, aku akan ngamuk setengah mati. Lalu saat ini, bunda sendiri yang membersihkannya disuatu sore saatku pulang dari rutinitas sekolah yang membosankan. Lalu aku menangis di tengah kamar itu saat membaca pesan singkatnya, berisi kalimat yang kutak ingat persis apa isinya. Namun didalam ia katakan untukku menjaga diriku.

.: Al-Kahfi :.





Ramuan Ajaib Getafix

26 12 2006

Besar kemungkinan kita semua pernah membaca atau setidak nya mendengar kisah asterix dan obelix, jagoan dari negri Gaul…Tapi kisah yang akan saya ceritakan ini sudah pasti bukan tentang mereka, karena nti bisa gawat klo saya sampai digerebek disekre A dengan tuduhan melanggar hak paten….hehehehe
Singkat kata begini bung…waktu itu sempat ada pembicaraan antara saya, gejor n taka. Sebenarnya ini rapat internal badan diklat, tapi berhubung hal yang perlu untk dirapatkan sudah kelar semua sedangkan energi untuk bertukar pikiran masih banyak maka akhirnya kami membicarakan fenomena dilematis sistem kaderisasi kita…halaaahhh ribet banget yak, maksudnya : gimana metode terbaik menghasilkan A setangguh ewok, gepeng, kebo, kopet, momesh, dll tapi melalui format yang dapat menyesuaikan dengan ekonomi yang semakin wah, biaya kuliah yang semakin tinggi, masa studi yang makin pendek dan semakin-semakin lainnya…
Hmm….hmm…jadi gimana coy sebaiknya nih?” celetuk salah seorang diantara kami..
Hmm..Hmmm”, terdengar dari sudut..
“kita harus berubah..sesuaikan dengan jaman, kebutuhan pasarnya udah beda
Hmm..Hmm..“, siapa tuh?
Ok lah, format pendidikan harus reformasi, di zip klo perlu…banyakin jalan – jalan yang terarah, ekspedisi..toh tanpa latihan, materi kelas n teori itu ga akan ada artinya….emang kita mo bikin anak orang harus hafal semua teori tapi kagak ada yang bisa dilakuin ?“, nah lo….
“Gimana klo begini aja, pendas kan udah mulai di geser dikit – dikit nih paradigma nya….diklan harus menyesuaikan. kagak usah bikin diklan yang smp kelar berbulan – bulan….2 bulan aja cukup, tapi habis itu langsung banyakin kegiatan di luar…”
Ok langsung di petakan aja..”
Dan dari sinilah berlanjut semua…
Di papan white board sekre segera digambar time line..mulai dari bulan agustus alias tahun ajaran baru..lalu diusulkan agar pendas pada bulan september saja. Tidak perlu lama – lama, materikelas + praktek lapangan digabung jadikan 4 – 7 hari, sudah cukup. Pastikan semua siswa dikenalkan materi dasar kepecinta-alaman, disamakan persepsinya tentang ASTACALA, difasilitasi untuk mengenal rekan seperjuangannya, dll. Tidak perlu muluk – muluk sampai mengerti bener peta – kompas segala….tidak perlu bantai – bantaian, klo masalah karakter tak akan mampu ASTACALA merubahnya dalam 3-5 tahun..karena karakter itu sudah terbentuk sejak 20 tahun hidupnya, jadi ASTACALA hanya mengarahkan untuk membina mental, bukan membentuk apalagi merubah karakter !!
Pendidikan Lanjut…selesaikan dalam 2 bulan = november – desember karena oktober masa UTS.
sama seperti pendas, di zip kan, jika perlu 2 bidang ilmu digabung waktu pelaksanaannya dalam 2-3 hari. Misal Fotografi & Jurnalistik, Gunung Hutan & SAR (ini udah pernah kita lakukan), Climbing dengan Caving, klo perlu langsung nyambung dengan Rafting

Bagaimana dengan bobot materi ? Nah, untuk kasus pemberian materi / pendidikan cukup diberikan di kampus, bukan langsung sewaktu pendidikan lanjutnya. Sehingga bagi AM akan terasa tidak terlalu lama, kaku, dan sangat menuntut waktu. Ingat bung, ada TP di akhir minggu, itu masih jadi musuh nomor 1 kita…apa anak A menyusup jadi aslab semua, biar di hack tuh sistem lab nya and dibikin kagak ada TP-TPan lagi???huahahaha..ntar dulu deh, klo udah ada orang-orangnya baru bicara kayak gini
Kita lanjutkan lagi, misal untuk kasus pendidikan lanjut Rock Climbing & Caving. Materi kelas bisa diberikan seminggu sebelumnyakan? bisa di sekre sambil lesehan and nyerut teh hangat…santai tapi tetap serius, AM ga tertekan and seneng dengan apa yang dia lakukan. Pemateri juga ga terbebani dengan mesti serius – serius banget…

Nah setelah itu, dalam 1-2 minggu jadwalkan latihan rutin di Wall atau Tower….bouldering, leading, rapelling dll untuk climbing dan SRT, riging untuk caving…bereskan?? yang belum memenuhi syarat latihan rutin belum boleh mengajukan untuk mengikuti pendidikan lanjut , jadi konsepnya : SIAPA YANG MAU BELAJAR YANG AKAN DIAJAR. Jum’at-Minggu langsung berangkat ke citatah, target nge-TOP tebing 48 atau 125 untuk climbing and masuk ke gua horizontal-vertikal untuk caving.

Trus ntar materinya ga dalam dungs? siapa bilang coy..lihat aja konsepnya, yang ga memenuhi target latihan pra pendidikan lanjut ga boleh ikut pendidikan lanjut..ini sama aja dengan konsep latihan fisik di pendas, tapi bedanya ini termasuk materi teori dan praktek. peserta / AM dikondisikan untuk mengikuti latihan rutin sesuai dengan jadwal yang dia bisa ikuti..toh wall climbing masih dibelakang SC ini, apa sulitnya? Dari pada semua diborong di lapangan, rugi waktu, rugi duit…dan ga menjamin AM langsung bisa….pada konsep lama, setelah pendidikan lanjut juga belum tentu ia akan mengulang materi ini kecuali mau maju sidang…bener kagak ??
Nah, tambahan perbedaan lagi di sistem ini adalah metode evaluasi nya. ini adalah bagian dari sidang AM. kita semua yang udah sidang pasti tau bahwa sidang itu terdiri dari 2 bagian : 1. materi 2. keorganisasian. singkat kata, semua diborong di akhir smp AM nya jadi bodoh klo ditanyain detail2 waktu sidang. Yang maju sidang, stress..yang lain ga maju, karena males kelamaan klo ga takut. 
Nah, di sistem ini diubah semua. Bagian 1 dilakukan setelah AM menyelesaikan tiap pendidikan lanjut, jadi ada sidang kecil setiap selesai pendidikan lanjut. Ini memang sudah kita lakukan tapi bedanya tidak ada follow up nya. Dengan sistem ini, klo perlu AM ditemani oleh 2-3 A ketika presentasi paska pendidikan lanjut. Ia dinilai dan dievaluasi kekurangan dan kelebihannya. Selanjutnya ini di tindak lanjuti oleh badan diklat, yang terus memonitor perkembangan AM ini setelah selesai diklan ttg penguasaanya atas materi tsb. Klo perlu, jika ia belum memenuhi syarat penguasaan minimum dari badik, maka belum boleh sidang. Nah, nanti di sidang ga perlu smp berhari – hari bahas materi lagi karena itu sudah dibahas ketika setelah pendidikan lanjut …jadi langsung ke bagian 2 saja : keorganisasian….sok dah di evaluasi semua, loyalitas, solidaritas, dan tas..tas…lainnya. jadi waktu yang kita habiskan untuk sidang ga terlalu banyak n AM nya ga terlalu stress krn proses lain sudah dicicil jauh hari sebelumnya..
Perjalanan wajib..bisa dilakukan di akhir bulan januari – februari…sok dah mo pada jalan kemana…mo ke kalimantan, irian, sumatra…silahkan. Langsung bikin perjalanan AM itu yang bergengsi, ga cuma jalan ke gunung x tok..kagak ada hasilnya kecuali AM bisa me manage perjalanan sendiri. Menurut saya sungguh sayang momen seperti itu hanya untuk mencapai target itu saja, karena potensi SDM dan waktu yang sangat berharga ini bisa kita manfaatkan untuk membuat konsep perjalanan yang lebih bermakna..misal ada penelitian atau menambah referensi ASTACALA akan daerah baru..bukan gunung yang itu – itu saja..dari tahun ke tahun…sejak jaman gepeng masih pakai baju putih biru….upppsss…Boseeeenn coy..bener kagak??
Trus bulan maret sampai agustusnya lagi ngapain ?? Jalan – jalan lagi lah…ngapain nongkrong di sekre terus, tidur ga jelas… bikin ekspedisi gede sekalian…..ke cartens….ke tebing arau di payakumbuh….ke sini …ke situ…
waktu nya panjang, jadi memberi kita kesempatan untuk berkreasi n menyiapkan segala kebutuhanya. klo perlu cari sponsor yang gede..eiger, gubernur jabar sekalian, dll
semua itu bisa di manage lebih baik dengan sistem yang baik juga. karena sebenarnya begitu banyak waktu dan kesempatan untuk belajar. tanpa harus mengorbankan kuliah yang nota bene amanah utama dari orang tua
Ingat lagi bung, sebelum kita meminta loyalitas buta dari AM.. Ingat lagi, klo kita semua pertama datang ke bandung…kuliah di STTTELEPON pasti bukan untuk masuk ASTACALA tapi untuk selesaikan pendidikan kita and menggapai hidup labih baik agar orang tua kita bahagia.

Busyet..ngomong apa lagi nih gw….ah udah ding..ntar dibilang banyak omong lagi…
Sekian saja dah paparan saya tentang pembicaraan kami dini hari itu… Omong – omong….saya ingatkan lagi klo ini sama sekali ga ada hubungannya sama ramuan getafix yang bisa bikin asterix kuat lho…apalagi ajaib… Ini cuma obrolan antara kawan yang pernah bersama menikmati hangatnya api unggun yang kami buat dengam menggigilnya tubuh yang kedinginan cieee…udah ah, jadi melankolik gini gw..ca caw..
ASTACALA !!!!!
EnamDuaKabutFajar
[hanya orang biasa yang masih belajar berpikir agar dapat hidup lebih baik]





Ramuan Ajaib Getafix

26 12 2006
Besar kemungkinan kita semua pernah membaca atau setidak nya mendengar kisah asterix dan obelix, jagoan dari negri Gaul…Tapi kisah yang akan saya ceritakan ini sudah pasti bukan tentang mereka, karena nti bisa gawat klo saya sampai digerebek disekre A dengan tuduhan melanggar hak paten….hehehehe

Singkat kata begini bung…waktu itu sempat ada pembicaraan antara saya, gejor n taka. Sebenarnya ini rapat internal badan diklat, tapi berhubung hal yang perlu untk dirapatkan sudah kelar semua sedangkan energi untuk bertukar pikiran masih banyak maka akhirnya kami membicarakan fenomena dilematis sistem kaderisasi kita…halaaahhh ribet banget yak, maksudnya : gimana metode terbaik menghasilkan A setangguh ewok, gepeng, kebo, kopet, momesh, dll tapi melalui format yang dapat menyesuaikan dengan ekonomi yang semakin wah, biaya kuliah yang semakin tinggi, masa studi yang makin pendek dan semakin-semakin lainnya…

Hmm….hmm…jadi gimana coy sebaiknya nih?” celetuk salah seorang diantara kami..
Hmm..Hmmm”, terdengar dari sudut..
“kita harus berubah..sesuaikan dengan jaman, kebutuhan pasarnya udah beda
Hmm..Hmm..“, siapa tuh?
Ok lah, format pendidikan harus reformasi, di zip klo perlu…banyakin jalan – jalan yang terarah, ekspedisi..toh tanpa latihan, materi kelas n teori itu ga akan ada artinya….emang kita mo bikin anak orang harus hafal semua teori tapi kagak ada yang bisa dilakuin ?“, nah lo….
“Gimana klo begini aja, pendas kan udah mulai di geser dikit – dikit nih paradigma nya….diklan harus menyesuaikan. kagak usah bikin diklan yang smp kelar berbulan – bulan….2 bulan aja cukup, tapi habis itu langsung banyakin kegiatan di luar…”
Ok langsung di petakan aja..”

Dan dari sinilah berlanjut semua…
Di papan white board sekre segera digambar time line..mulai dari bulan agustus alias tahun ajaran baru..lalu diusulkan agar pendas pada bulan september saja. Tidak perlu lama – lama, materikelas + praktek lapangan digabung jadikan 4 – 7 hari, sudah cukup. Pastikan semua siswa dikenalkan materi dasar kepecinta-alaman, disamakan persepsinya tentang ASTACALA, difasilitasi untuk mengenal rekan seperjuangannya, dll. Tidak perlu muluk – muluk sampai mengerti bener peta – kompas segala….tidak perlu bantai – bantaian, klo masalah karakter tak akan mampu ASTACALA merubahnya dalam 3-5 tahun..karena karakter itu sudah terbentuk sejak 20 tahun hidupnya, jadi ASTACALA hanya mengarahkan untuk membina mental, bukan membentuk apalagi merubah karakter !!

Pendidikan Lanjut…selesaikan dalam 2 bulan = november – desember karena oktober masa UTS.
sama seperti pendas, di zip kan, jika perlu 2 bidang ilmu digabung waktu pelaksanaannya dalam 2-3 hari. Misal Fotografi & Jurnalistik, Gunung Hutan & SAR (ini udah pernah kita lakukan), Climbing dengan Caving, klo perlu langsung nyambung dengan Rafting

Bagaimana dengan bobot materi?
Nah, untuk kasus pemberian materi / pendidikan cukup diberikan di kampus, bukan langsung sewaktu pendidikan lanjutnya. Sehingga bagi AM akan terasa tidak terlalu lama, kaku, dan sangat menuntut waktu. Ingat bung, ada TP di akhir minggu, itu masih jadi musuh nomor 1 kita…apa anak A menyusup jadi aslab semua, biar di hack tuh sistem lab nya and dibikin kagak ada TP-TPan lagi???huahahaha..ntar dulu deh, klo udah ada orang-orangnya baru bicara kayak gini

Kita lanjutkan lagi, misal untuk kasus pendidikan lanjut Rock Climbing & Caving. Materi kelas bisa diberikan seminggu sebelumnyakan? bisa di sekre sambil lesehan and nyerut teh hangat…santai tapi tetap serius, AM ga tertekan and seneng dengan apa yang dia lakukan. Pemateri juga ga terbebani dengan mesti serius – serius banget…

Nah setelah itu, dalam 1-2 minggu jadwalkan latihan rutin di Wall atau Tower….bouldering, leading, rapelling dll untuk climbing dan SRT, riging untuk caving…bereskan?? yang belum memenuhi syarat latihan rutin belum boleh mengajukan untuk mengikuti pendidikan lanjut , jadi konsepnya : SIAPA YANG MAU BELAJAR YANG AKAN DIAJAR. Jum’at-Minggu langsung berangkat ke citatah, target nge-TOP tebing 48 atau 125 untuk climbing and masuk ke gua horizontal-vertikal untuk caving.

Trus ntar materinya ga dalam dungs? siapa bilang coy..lihat aja konsepnya, yang ga memenuhi target latihan pra pendidikan lanjut ga boleh ikut pendidikan lanjut..ini sama aja dengan konsep latihan fisik di pendas, tapi bedanya ini termasuk materi teori dan praktek. peserta / AM dikondisikan untuk mengikuti latihan rutin sesuai dengan jadwal yang dia bisa ikuti..toh wall climbing masih dibelakang SC ini, apa sulitnya? Dari pada semua diborong di lapangan, rugi waktu, rugi duit…dan ga menjamin AM langsung bisa….pada konsep lama, setelah pendidikan lanjut juga belum tentu ia akan mengulang materi ini kecuali mau maju sidang…bener kagak??

Nah, tambahan perbedaan lagi di sistem ini adalah metode evaluasi nya. ini adalah bagian dari sidang AM. kita semua yang udah sidang pasti tau bahwa sidang itu terdiri dari 2 bagian : 1. materi 2. keorganisasian. singkat kata, semua diborong di akhir smp AM nya jadi bodoh klo ditanyain detail2 waktu sidang. Yang maju sidang, stress..yang lain ga maju, karena males kelamaan klo ga takut.

Nah, di sistem ini diubah semua. Bagian 1 dilakukan setelah AM menyelesaikan tiap pendidikan lanjut, jadi ada sidang kecil setiap selesai pendidikan lanjut. Ini memang sudah kita lakukan tapi bedanya tidak ada follow up nya. Dengan sistem ini, klo perlu AM ditemani oleh 2-3 A ketika presentasi paska pendidikan lanjut. Ia dinilai dan dievaluasi kekurangan dan kelebihannya. Selanjutnya ini di tindak lanjuti oleh badan diklat, yang terus memonitor perkembangan AM ini setelah selesai diklan ttg penguasaanya atas materi tsb. Klo perlu, jika ia belum memenuhi syarat penguasaan minimum dari badik, maka belum boleh sidang. Nah, nanti di sidang ga perlu smp berhari – hari bahas materi lagi karena itu sudah dibahas ketika setelah pendidikan lanjut …jadi langsung ke bagian 2 saja : keorganisasian….sok dah di evaluasi semua, loyalitas, solidaritas, dan tas..tas…lainnya. jadi waktu yang kita habiskan untuk sidang ga terlalu banyak n AM nya ga terlalu stress krn proses lain sudah dicicil jauh hari sebelumnya..

Perjalanan wajib..bisa dilakukan di akhir bulan januari – februari…sok dah mo pada jalan kemana…mo ke kalimantan, irian, sumatra…silahkan. Langsung bikin perjalanan AM itu yang bergengsi, ga cuma jalan ke gunung x tok..kagak ada hasilnya kecuali AM bisa me manage perjalanan sendiri. Menurut saya sungguh sayang momen seperti itu hanya untuk mencapai target itu saja, karena potensi SDM dan waktu yang sangat berharga ini bisa kita manfaatkan untuk membuat konsep perjalanan yang lebih bermakna..misal ada penelitian atau menambah referensi ASTACALA akan daerah baru..bukan gunung yang itu – itu saja..dari tahun ke tahun…sejak jaman gepeng masih pakai baju putih biru….upppsss…Boseeeenn coy..bener kagak??

Trus bulan maret sampai agustusnya lagi ngapain ??
Jalan – jalan lagi lah…ngapain nongkrong di sekre terus, tidur ga jelas…
bikin ekspedisi gede sekalian…..ke cartens….ke tebing arau di payakumbuh….ke sini …ke situ…
waktu nya panjang, jadi memberi kita kesempatan untuk berkreasi n menyiapkan segala kebutuhanya
klo perlu cari sponsor yang gede..eiger, gubernur jabar sekalian, dll
semua itu bisa di manage lebih baik dengan sistem yang baik juga
karena sebenarnya begitu banyak waktu dan kesempatan untuk belajar
tanpa harus mengorbankan kuliah yang nota bene amanah utama dari orang tua

Ingat lagi bung, sebelum kita meminta loyalitas buta dari AM..
Ingat lagi, klo kita semua pertama datang ke bandung…kuliah di STTTELEPON pasti bukan untuk masuk ASTACALA tapi untuk selesaikan pendidikan kita and menggapai hidup labih baik agar orang tua kita bahagia.
Busyet..ngomong apa lagi nih gw….ah udah ding..ntar dibilang banyak omong lagi…
Sekian saja dah paparan saya tentang pembicaraan kami dini hari itu…

Omong – omong….saya ingatkan lagi klo ini sama sekali ga ada hubungannya sama ramuan getafix yang bisa bikin asterix kuat lho…apalagi ajaib… Ini cuma obrolan antara kawan yang pernah bersama menikmati hangatnya api unggun yang kami buat dengam menggigilnya tubuh yang kedinginan cieee…udah ah, jadi melankolik gini gw..ca caw..

ASTACALA !!!!!

EnamDuaKabutFajar
[hanya orang biasa yang masih belajar berpikir agar dapat hidup lebih baik]





Ramuan Ajaib Getafix

26 12 2006
Besar kemungkinan kita semua pernah membaca atau setidak nya mendengar kisah asterix dan obelix, jagoan dari negri Gaul…Tapi kisah yang akan saya ceritakan ini sudah pasti bukan tentang mereka, karena nti bisa gawat klo saya sampai digerebek disekre A dengan tuduhan melanggar hak paten….hehehehe

Singkat kata begini bung…waktu itu sempat ada pembicaraan antara saya, gejor n taka. Sebenarnya ini rapat internal badan diklat, tapi berhubung hal yang perlu untk dirapatkan sudah kelar semua sedangkan energi untuk bertukar pikiran masih banyak maka akhirnya kami membicarakan fenomena dilematis sistem kaderisasi kita…halaaahhh ribet banget yak, maksudnya : gimana metode terbaik menghasilkan A setangguh ewok, gepeng, kebo, kopet, momesh, dll tapi melalui format yang dapat menyesuaikan dengan ekonomi yang semakin wah, biaya kuliah yang semakin tinggi, masa studi yang makin pendek dan semakin-semakin lainnya…

Hmm….hmm…jadi gimana coy sebaiknya nih?” celetuk salah seorang diantara kami..
Hmm..Hmmm”, terdengar dari sudut..
“kita harus berubah..sesuaikan dengan jaman, kebutuhan pasarnya udah beda
Hmm..Hmm..“, siapa tuh?
Ok lah, format pendidikan harus reformasi, di zip klo perlu…banyakin jalan – jalan yang terarah, ekspedisi..toh tanpa latihan, materi kelas n teori itu ga akan ada artinya….emang kita mo bikin anak orang harus hafal semua teori tapi kagak ada yang bisa dilakuin ?“, nah lo….
“Gimana klo begini aja, pendas kan udah mulai di geser dikit – dikit nih paradigma nya….diklan harus menyesuaikan. kagak usah bikin diklan yang smp kelar berbulan – bulan….2 bulan aja cukup, tapi habis itu langsung banyakin kegiatan di luar…”
Ok langsung di petakan aja..”

Dan dari sinilah berlanjut semua…
Di papan white board sekre segera digambar time line..mulai dari bulan agustus alias tahun ajaran baru..lalu diusulkan agar pendas pada bulan september saja. Tidak perlu lama – lama, materikelas + praktek lapangan digabung jadikan 4 – 7 hari, sudah cukup. Pastikan semua siswa dikenalkan materi dasar kepecinta-alaman, disamakan persepsinya tentang ASTACALA, difasilitasi untuk mengenal rekan seperjuangannya, dll. Tidak perlu muluk – muluk sampai mengerti bener peta – kompas segala….tidak perlu bantai – bantaian, klo masalah karakter tak akan mampu ASTACALA merubahnya dalam 3-5 tahun..karena karakter itu sudah terbentuk sejak 20 tahun hidupnya, jadi ASTACALA hanya mengarahkan untuk membina mental, bukan membentuk apalagi merubah karakter !!

Pendidikan Lanjut…selesaikan dalam 2 bulan = november – desember karena oktober masa UTS.
sama seperti pendas, di zip kan, jika perlu 2 bidang ilmu digabung waktu pelaksanaannya dalam 2-3 hari. Misal Fotografi & Jurnalistik, Gunung Hutan & SAR (ini udah pernah kita lakukan), Climbing dengan Caving, klo perlu langsung nyambung dengan Rafting

Bagaimana dengan bobot materi?
Nah, untuk kasus pemberian materi / pendidikan cukup diberikan di kampus, bukan langsung sewaktu pendidikan lanjutnya. Sehingga bagi AM akan terasa tidak terlalu lama, kaku, dan sangat menuntut waktu. Ingat bung, ada TP di akhir minggu, itu masih jadi musuh nomor 1 kita…apa anak A menyusup jadi aslab semua, biar di hack tuh sistem lab nya and dibikin kagak ada TP-TPan lagi???huahahaha..ntar dulu deh, klo udah ada orang-orangnya baru bicara kayak gini

Kita lanjutkan lagi, misal untuk kasus pendidikan lanjut Rock Climbing & Caving. Materi kelas bisa diberikan seminggu sebelumnyakan? bisa di sekre sambil lesehan and nyerut teh hangat…santai tapi tetap serius, AM ga tertekan and seneng dengan apa yang dia lakukan. Pemateri juga ga terbebani dengan mesti serius – serius banget…

Nah setelah itu, dalam 1-2 minggu jadwalkan latihan rutin di Wall atau Tower….bouldering, leading, rapelling dll untuk climbing dan SRT, riging untuk caving…bereskan?? yang belum memenuhi syarat latihan rutin belum boleh mengajukan untuk mengikuti pendidikan lanjut , jadi konsepnya : SIAPA YANG MAU BELAJAR YANG AKAN DIAJAR. Jum’at-Minggu langsung berangkat ke citatah, target nge-TOP tebing 48 atau 125 untuk climbing and masuk ke gua horizontal-vertikal untuk caving.

Trus ntar materinya ga dalam dungs? siapa bilang coy..lihat aja konsepnya, yang ga memenuhi target latihan pra pendidikan lanjut ga boleh ikut pendidikan lanjut..ini sama aja dengan konsep latihan fisik di pendas, tapi bedanya ini termasuk materi teori dan praktek. peserta / AM dikondisikan untuk mengikuti latihan rutin sesuai dengan jadwal yang dia bisa ikuti..toh wall climbing masih dibelakang SC ini, apa sulitnya? Dari pada semua diborong di lapangan, rugi waktu, rugi duit…dan ga menjamin AM langsung bisa….pada konsep lama, setelah pendidikan lanjut juga belum tentu ia akan mengulang materi ini kecuali mau maju sidang…bener kagak??

Nah, tambahan perbedaan lagi di sistem ini adalah metode evaluasi nya. ini adalah bagian dari sidang AM. kita semua yang udah sidang pasti tau bahwa sidang itu terdiri dari 2 bagian : 1. materi 2. keorganisasian. singkat kata, semua diborong di akhir smp AM nya jadi bodoh klo ditanyain detail2 waktu sidang. Yang maju sidang, stress..yang lain ga maju, karena males kelamaan klo ga takut.

Nah, di sistem ini diubah semua. Bagian 1 dilakukan setelah AM menyelesaikan tiap pendidikan lanjut, jadi ada sidang kecil setiap selesai pendidikan lanjut. Ini memang sudah kita lakukan tapi bedanya tidak ada follow up nya. Dengan sistem ini, klo perlu AM ditemani oleh 2-3 A ketika presentasi paska pendidikan lanjut. Ia dinilai dan dievaluasi kekurangan dan kelebihannya. Selanjutnya ini di tindak lanjuti oleh badan diklat, yang terus memonitor perkembangan AM ini setelah selesai diklan ttg penguasaanya atas materi tsb. Klo perlu, jika ia belum memenuhi syarat penguasaan minimum dari badik, maka belum boleh sidang. Nah, nanti di sidang ga perlu smp berhari – hari bahas materi lagi karena itu sudah dibahas ketika setelah pendidikan lanjut …jadi langsung ke bagian 2 saja : keorganisasian….sok dah di evaluasi semua, loyalitas, solidaritas, dan tas..tas…lainnya. jadi waktu yang kita habiskan untuk sidang ga terlalu banyak n AM nya ga terlalu stress krn proses lain sudah dicicil jauh hari sebelumnya..

Perjalanan wajib..bisa dilakukan di akhir bulan januari – februari…sok dah mo pada jalan kemana…mo ke kalimantan, irian, sumatra…silahkan. Langsung bikin perjalanan AM itu yang bergengsi, ga cuma jalan ke gunung x tok..kagak ada hasilnya kecuali AM bisa me manage perjalanan sendiri. Menurut saya sungguh sayang momen seperti itu hanya untuk mencapai target itu saja, karena potensi SDM dan waktu yang sangat berharga ini bisa kita manfaatkan untuk membuat konsep perjalanan yang lebih bermakna..misal ada penelitian atau menambah referensi ASTACALA akan daerah baru..bukan gunung yang itu – itu saja..dari tahun ke tahun…sejak jaman gepeng masih pakai baju putih biru….upppsss…Boseeeenn coy..bener kagak??

Trus bulan maret sampai agustusnya lagi ngapain ??
Jalan – jalan lagi lah…ngapain nongkrong di sekre terus, tidur ga jelas…
bikin ekspedisi gede sekalian…..ke cartens….ke tebing arau di payakumbuh….ke sini …ke situ…
waktu nya panjang, jadi memberi kita kesempatan untuk berkreasi n menyiapkan segala kebutuhanya
klo perlu cari sponsor yang gede..eiger, gubernur jabar sekalian, dll
semua itu bisa di manage lebih baik dengan sistem yang baik juga
karena sebenarnya begitu banyak waktu dan kesempatan untuk belajar
tanpa harus mengorbankan kuliah yang nota bene amanah utama dari orang tua

Ingat lagi bung, sebelum kita meminta loyalitas buta dari AM..
Ingat lagi, klo kita semua pertama datang ke bandung…kuliah di STTTELEPON pasti bukan untuk masuk ASTACALA tapi untuk selesaikan pendidikan kita and menggapai hidup labih baik agar orang tua kita bahagia.
Busyet..ngomong apa lagi nih gw….ah udah ding..ntar dibilang banyak omong lagi…
Sekian saja dah paparan saya tentang pembicaraan kami dini hari itu…

Omong – omong….saya ingatkan lagi klo ini sama sekali ga ada hubungannya sama ramuan getafix yang bisa bikin asterix kuat lho…apalagi ajaib… Ini cuma obrolan antara kawan yang pernah bersama menikmati hangatnya api unggun yang kami buat dengam menggigilnya tubuh yang kedinginan cieee…udah ah, jadi melankolik gini gw..ca caw..

ASTACALA !!!!!

EnamDuaKabutFajar
[hanya orang biasa yang masih belajar berpikir agar dapat hidup lebih baik]





[My Hope]

21 12 2006

Aku berharap dapat menjadi orang yang punya
1. Tubuh sehat dan kuat (Qowiyyul jismi)
2. Akhlak solid (Matiinul khuluqi)
3. Pikiran intelek (Mutsaqqoful fikri)
4. Aqidah bersih (saliimul aqiidah)
5. Ibadah benar (Shohiihul ibaadah)
6. Bersungguh-sungguh (Mujaahadatun nafsi)
7. kekuatan menjaga dan memelihara lisan (Hifdzul lisaan)
8. Istiqomah dalam kebenaran (istiqoomatun filhaqqi)
9. Lemah lembut dan memaafkan (Latiifun wahubbul âl afwi)
10. Yakin dalam bertindak (Mutayaqqinun filâllahu amal)
11. Rendah hati (Tawadhu’)
12. Pikiran positif dan membangun (Al-fikru wal-bina’)
13. Siap menolong (Mutanaashirun lighoirihi)
14. Menundukkan pandangan dan memelihara kehormatan (Gaddhul bashor wahifdul hurumat)





[My Hope]

21 12 2006
Aku berharap dapat menjadi orang yang punya
1. Tubuh sehat dan kuat (Qowiyyul jismi)
2. Akhlak solid (Matiinul khuluqi)
3. Pikiran intelek (Mutsaqqoful fikri)
4. Aqidah bersih (saliimul aqiidah)
5. Ibadah benar (Shohiihul ibaadah)
6. Bersungguh-sungguh (Mujaahadatun nafsi)
7. kekuatan menjaga dan memelihara lisan (Hifdzul lisaan)
8. Istiqomah dalam kebenaran (istiqoomatun filhaqqi)
9. Lemah lembut dan memaafkan (Latiifun wahubbul âl afwi)
10. Yakin dalam bertindak (Mutayaqqinun filâllahu amal)
11. Rendah hati (Tawadhu’)
12. Pikiran positif dan membangun (Al-fikru wal-bina’)
13. Siap menolong (Mutanaashirun lighoirihi)
14. Menundukkan pandangan dan memelihara kehormatan (Gaddhul bashor wahifdul hurumat)