My -Dream- SLR Camera : Canon EOS 350D

30 09 2006

God….i want this stuff..
please kasih rezeki pada ku biar bisa cepet punya kamera ini..
Atau sadarkan orang disekitarku
bahwa aku seorang yang butuh uluran tangan meraka
sambil membawa kamera itu..
amien..
-Doa seorang Adek-
Data Teknis
Lens / Zoom : Lens kit: Canon EF-S 18 – 55 mm f/3.5-5.6 (Eq. 28,8 – 88mm on a 35 mm)
Focus / Macro : 7 AF points, TTL-CT-SIR with a CMOS sensor | 28cm
Metering Exposure : 35-zone TTL full aperture metering: Evaluative, Centre-weighted average, Partial metering Aperture f/3,5- f/5,6 (lens kit) White Balance Auto, daylight, shade, cloudy, tungsten light, white fluorescent light, flash, custom Shutter auto | 1/4000 – 30 sec.
Exposure : –2 EV to +2 EV in 1/3- and 1/2-stop increments
Flash / mode : Retractable / max. 13 m (hotshoe provided)
ViewFinder : Eye-level pentamirror
Iso ratings : AUTO, ISO 100 – 1600
Image Size : 3456 x 2304 pixels
Image Format : RAW, RAW + JPEG Large/Fine, JPEG (EXIF 2.21)
Self Timer : 10 sec.
Video Options : –
Audio Options : –
Connectivity : USB 2.0, Video out
Storage : Compact Flash Type I/ II, Microdrive supported
Platform : Windows 98/Me/2000/XP, Mac OS 9.1, X10.1.5+
Extra Features : DIGIC II Imaging Processor

Plus / Minus
Plus : Reaksi cepat. Kualitas gambar mengesankan.
Minus : Grip kurang nyaman untuk ukuran tangan ekstra besar. Lensa kit terasa terbatas.

Some Artikel
Di penghujung tahun 2003, Canon menawarkan Canon EOS 300 D dan 350D. Produk ini juga dikenal dengan nama lainnya sebagai Digital Rebel XT. Apa perbedaan keduanya?

Dari segi desain fisik, Canon EOS 350D memiliki bentuk yang lebih kecil/ringkas. Tentunya dengan berat yang sedikit lebih ringan.
Sedangkan teknologi yang diusung tentunya juga mengalami kemajuan. Seperti digunakannya DIGIC II untuk image processing pada produk ini. Memberikan kecepatan proses yang memang jauh lebih cepat. Begitu juga dengan start time yang sangat cepat. Hanya dibutuhkan 0,2 detik untuk mengaktifkannya, dari keadaan mati.
Hasil gambar yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan pendahulunya 300D. Tambahan peningkatan resolusi, dari 6 MP pada 300D menjadi 8 MP CMOS sensor pada 350D. Memberikan kesempatan croping yang lebih leluasa.
Fasilitas unik tambahan lain juga memuaskan. Seperti kemampuan mengambil gambar hitam putih. Dengan tambahan fasilitas digital color filters, layaknya menggunakan color filter pada kamera analog (dengan menggunakan black and white film).
Mengecilnya ukuran tentu membawa konsekuensi. Grip body terasa kurang nyaman, apalagi untuk tangan berukuran besar. Lensa yang disertakan dalam paket penjualan kit tidak terasa perbedaannya dengan lensa kit pada 300D. Perlu dipertimbangkan untuk membeli paket body only. Setidaknya Anda diberikan keleluasaan memilih lensa.

Lebih cocok untuk pengguna Canon EOS yang baru sekarang tertarik untuk beralih ke digital. Apalagi dengan matangnya teknologi yang diimplan ke produk yang satu ini.

Advertisements




My -Dream- SLR Camera : Canon EOS 350D

30 09 2006
God….i want this stuff..
please kasih rezeki pada ku biar bisa cepet punya kamera ini..
Atau sadarkan orang disekitarku
bahwa aku seorang yang butuh uluran tangan meraka
sambil membawa kamera itu..
amien..
-Doa seorang Adek-

Data Teknis
Lens / Zoom : Lens kit: Canon EF-S 18 – 55 mm f/3.5-5.6 (Eq. 28,8 – 88mm on a 35 mm)
Focus / Macro : 7 AF points, TTL-CT-SIR with a CMOS sensor | 28cm
Metering Exposure : 35-zone TTL full aperture metering: Evaluative, Centre-weighted average, Partial metering Aperture f/3,5- f/5,6 (lens kit) White Balance Auto, daylight, shade, cloudy, tungsten light, white fluorescent light, flash, custom Shutter auto | 1/4000 – 30 sec.
Exposure : –2 EV to +2 EV in 1/3- and 1/2-stop increments
Flash / mode : Retractable / max. 13 m (hotshoe provided)
ViewFinder : Eye-level pentamirror
Iso ratings : AUTO, ISO 100 – 1600
Image Size : 3456 x 2304 pixels
Image Format : RAW, RAW + JPEG Large/Fine, JPEG (EXIF 2.21)
Self Timer : 10 sec.
Video Options : –
Audio Options : –
Connectivity : USB 2.0, Video out
Storage : Compact Flash Type I/ II, Microdrive supported
Platform : Windows 98/Me/2000/XP, Mac OS 9.1, X10.1.5+
Extra Features : DIGIC II Imaging Processor

Plus / Minus
Plus : Reaksi cepat. Kualitas gambar mengesankan.
Minus : Grip kurang nyaman untuk ukuran tangan ekstra besar. Lensa kit terasa terbatas.

Some Artikel
Di penghujung tahun 2003, Canon menawarkan Canon EOS 300 D dan 350D. Produk ini juga dikenal dengan nama lainnya sebagai Digital Rebel XT. Apa perbedaan keduanya?

Dari segi desain fisik, Canon EOS 350D memiliki bentuk yang lebih kecil/ringkas. Tentunya dengan berat yang sedikit lebih ringan.

Sedangkan teknologi yang diusung tentunya juga mengalami kemajuan. Seperti digunakannya DIGIC II untuk image processing pada produk ini. Memberikan kecepatan proses yang memang jauh lebih cepat. Begitu juga dengan start time yang sangat cepat. Hanya dibutuhkan 0,2 detik untuk mengaktifkannya, dari keadaan mati.

Hasil gambar yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan pendahulunya 300D. Tambahan peningkatan resolusi, dari 6 MP pada 300D menjadi 8 MP CMOS sensor pada 350D. Memberikan kesempatan croping yang lebih leluasa.

Fasilitas unik tambahan lain juga memuaskan. Seperti kemampuan mengambil gambar hitam putih. Dengan tambahan fasilitas digital color filters, layaknya menggunakan color filter pada kamera analog (dengan menggunakan black and white film).

Mengecilnya ukuran tentu membawa konsekuensi. Grip body terasa kurang nyaman, apalagi untuk tangan berukuran besar. Lensa yang disertakan dalam paket penjualan kit tidak terasa perbedaannya dengan lensa kit pada 300D. Perlu dipertimbangkan untuk membeli paket body only. Setidaknya Anda diberikan keleluasaan memilih lensa.

Lebih cocok untuk pengguna Canon EOS yang baru sekarang tertarik untuk beralih ke digital. Apalagi dengan matangnya teknologi yang diimplan ke produk yang satu ini.

Sumber url http://www.pcmedia.co.id/detail.asp?Id=877&Cid=17&Eid=19





My -Dream- SLR Camera : Canon EOS 350D

30 09 2006
God….i want this stuff..
please kasih rezeki pada ku biar bisa cepet punya kamera ini..
Atau sadarkan orang disekitarku
bahwa aku seorang yang butuh uluran tangan meraka
sambil membawa kamera itu..
amien..
-Doa seorang Adek-

Data Teknis
Lens / Zoom : Lens kit: Canon EF-S 18 – 55 mm f/3.5-5.6 (Eq. 28,8 – 88mm on a 35 mm)
Focus / Macro : 7 AF points, TTL-CT-SIR with a CMOS sensor | 28cm
Metering Exposure : 35-zone TTL full aperture metering: Evaluative, Centre-weighted average, Partial metering Aperture f/3,5- f/5,6 (lens kit) White Balance Auto, daylight, shade, cloudy, tungsten light, white fluorescent light, flash, custom Shutter auto | 1/4000 – 30 sec.
Exposure : –2 EV to +2 EV in 1/3- and 1/2-stop increments
Flash / mode : Retractable / max. 13 m (hotshoe provided)
ViewFinder : Eye-level pentamirror
Iso ratings : AUTO, ISO 100 – 1600
Image Size : 3456 x 2304 pixels
Image Format : RAW, RAW + JPEG Large/Fine, JPEG (EXIF 2.21)
Self Timer : 10 sec.
Video Options : –
Audio Options : –
Connectivity : USB 2.0, Video out
Storage : Compact Flash Type I/ II, Microdrive supported
Platform : Windows 98/Me/2000/XP, Mac OS 9.1, X10.1.5+
Extra Features : DIGIC II Imaging Processor

Plus / Minus
Plus : Reaksi cepat. Kualitas gambar mengesankan.
Minus : Grip kurang nyaman untuk ukuran tangan ekstra besar. Lensa kit terasa terbatas.

Some Artikel
Di penghujung tahun 2003, Canon menawarkan Canon EOS 300 D dan 350D. Produk ini juga dikenal dengan nama lainnya sebagai Digital Rebel XT. Apa perbedaan keduanya?

Dari segi desain fisik, Canon EOS 350D memiliki bentuk yang lebih kecil/ringkas. Tentunya dengan berat yang sedikit lebih ringan.

Sedangkan teknologi yang diusung tentunya juga mengalami kemajuan. Seperti digunakannya DIGIC II untuk image processing pada produk ini. Memberikan kecepatan proses yang memang jauh lebih cepat. Begitu juga dengan start time yang sangat cepat. Hanya dibutuhkan 0,2 detik untuk mengaktifkannya, dari keadaan mati.

Hasil gambar yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan pendahulunya 300D. Tambahan peningkatan resolusi, dari 6 MP pada 300D menjadi 8 MP CMOS sensor pada 350D. Memberikan kesempatan croping yang lebih leluasa.

Fasilitas unik tambahan lain juga memuaskan. Seperti kemampuan mengambil gambar hitam putih. Dengan tambahan fasilitas digital color filters, layaknya menggunakan color filter pada kamera analog (dengan menggunakan black and white film).

Mengecilnya ukuran tentu membawa konsekuensi. Grip body terasa kurang nyaman, apalagi untuk tangan berukuran besar. Lensa yang disertakan dalam paket penjualan kit tidak terasa perbedaannya dengan lensa kit pada 300D. Perlu dipertimbangkan untuk membeli paket body only. Setidaknya Anda diberikan keleluasaan memilih lensa.

Lebih cocok untuk pengguna Canon EOS yang baru sekarang tertarik untuk beralih ke digital. Apalagi dengan matangnya teknologi yang diimplan ke produk yang satu ini.

Sumber url http://www.pcmedia.co.id/detail.asp?Id=877&Cid=17&Eid=19





Isi BackPack Koe…

30 09 2006

Lagi males mikir tapi pengen nulis….setelah berkompromi dikit, okelah aku tuliskan saja tentang stuff that fill my back pack. Hmm, bukan mengapa cuma hal ini jadi cukup aneh bagiku karena kawanku banyak yang bilang klo tas ku terlalu berat untuk ukuran mahasiswa STTTelkom. Ah, ga juga ding…perasaan biasa aja…Apa mungkin karena aku ngebandingin dengan berat carrier klo mo masuk hutan yak ?? hehehehe becanda ding..
Anyway, komposisi isinya sebenarnya mereference dari isi backpack Abang ku – Lord Ibnu Aidi. Entahlah mengapa, sejak dari kecil aku cenderung untuk –sekali lagi– mereference style nya. Mungkin karena menurutku cool saja….Ah, tak usah diperpanjang yah. Now, take n look at this :

Isi BackPack koe...
  • Binder / Buku catatan -> jelas untuk nyatet lah ya..klo lagi jalan biasa bawa binder yang kecil, klo lagi tambah bawa yang gede
  • Buku / majalah / koran yang belum selesai dibaca -> ketergantungan ku..biasanya buku bacaan yang lagi dibaca bulan itu..ato koran / majalah yang kebetulan dibeli di pinggir jalan
  • Handuk -> buat ngelap apapun …. contoh waktu cuci muka (sering banget nih.. apalagi klo udah banyak abu ato gatel ) atau abis wudhu
  • Alat sholat -> cukup jelas
  • Air mineral 600 ml -> dari pada aku beli di jalan 1500 perak, mending di isi ulang di rumah
  • Al – Qur’an kecil / Mushaf -> rencananya sih mo dibaca klo lagi bengong..biar ga kerasukan jin usil….hahahaha
  • Kotak pensil -> buat nulis or nyolok copet heheheehe
  • Dompet -> aku baru gunakan dompet dari SMA, karena takut hilang..sekarang dompetnya biasa di tarok dalam tas saja, ga di celana..soalnya bikin jalan terasa aneh n ga simetris soalnya ada buntelan – buntelan di pantat kiri / kanan…hehehehehe
    Ok, thats all my stuff. Cuma sedikit, entahlah mengapa selalu dibilang banyak karena sering kali kawanku berkata klo tas ku seperti orang mo pergi jauh. Hahaha..mungkin benar juga, coz everytime i want to jump to the future and catch my dream !!!





    Isi BackPack Koe…

    30 09 2006
    Lagi males mikir tapi pengen nulis….setelah berkompromi dikit, okelah aku tuliskan saja tentang stuff that fill my back pack. Hmm, bukan mengapa cuma hal ini jadi cukup aneh bagiku karena kawanku banyak yang bilang klo tas ku terlalu berat untuk ukuran mahasiswa STTTelkom. Ah, ga juga ding…perasaan biasa aja…Apa mungkin karena aku ngebandingin dengan berat carrier klo mo masuk hutan yak ?? hehehehe becanda ding..
    Anyway, komposisi isinya sebenarnya mereference dari isi backpack Abang ku – Lord Ibnu Aidi. Entahlah mengapa, sejak dari kecil aku cenderung untuk –sekali lagi– mereference style nya. Mungkin karena menurutku cool saja….Ah, tak usah diperpanjang yah. Now, take n look at this :

    isi BackPack koe...
    • Binder / Buku catatan -> jelas untuk nyatet lah ya..klo lagi jalan biasa bawa binder yang kecil, klo lagi tambah bawa yang gede
    • Buku / majalah / koran yang belum selesai dibaca -> ketergantungan ku..biasanya buku bacaan yang lagi dibaca bulan itu..ato koran / majalah yang kebetulan dibeli di pinggir jalan
    • Handuk -> buat ngelap apapun …. contoh waktu cuci muka (sering banget nih.. apalagi klo udah banyak abu ato gatel ) atau abis wudhu
    • Alat sholat -> cukup jelas
    • Air mineral 600 ml -> dari pada aku beli di jalan 1500 perak, mending di isi ulang di rumah
    • Al – Qur’an kecil / Mushaf -> rencananya sih mo dibaca klo lagi bengong..biar ga kerasukan jin usil….hahahaha
    • Kotak pensil -> buat nulis or nyolok copet heheheehe
    • Dompet -> aku baru gunakan dompet dari SMA, karena takut hilang..sekarang dompetnya biasa di tarok dalam tas saja, ga di celana..soalnya bikin jalan terasa aneh n ga simetris soalnya ada buntelan – buntelan di pantat kiri / kanan…hehehehehe
    Ok, thats all my stuff. Cuma sedikit, entahlah mengapa selalu dibilang banyak karena sering kali kawanku berkata klo tas ku seperti orang mo pergi jauh. Hahaha..mungkin benar juga, coz everytime i want to jump to the future and catch my dream !!!




    Isi BackPack Koe…

    30 09 2006
    Lagi males mikir tapi pengen nulis….setelah berkompromi dikit, okelah aku tuliskan saja tentang stuff that fill my back pack. Hmm, bukan mengapa cuma hal ini jadi cukup aneh bagiku karena kawanku banyak yang bilang klo tas ku terlalu berat untuk ukuran mahasiswa STTTelkom. Ah, ga juga ding…perasaan biasa aja…Apa mungkin karena aku ngebandingin dengan berat carrier klo mo masuk hutan yak ?? hehehehe becanda ding..
    Anyway, komposisi isinya sebenarnya mereference dari isi backpack Abang ku – Lord Ibnu Aidi. Entahlah mengapa, sejak dari kecil aku cenderung untuk –sekali lagi– mereference style nya. Mungkin karena menurutku cool saja….Ah, tak usah diperpanjang yah. Now, take n look at this :

    isi BackPack koe...
    • Binder / Buku catatan -> jelas untuk nyatet lah ya..klo lagi jalan biasa bawa binder yang kecil, klo lagi tambah bawa yang gede
    • Buku / majalah / koran yang belum selesai dibaca -> ketergantungan ku..biasanya buku bacaan yang lagi dibaca bulan itu..ato koran / majalah yang kebetulan dibeli di pinggir jalan
    • Handuk -> buat ngelap apapun …. contoh waktu cuci muka (sering banget nih.. apalagi klo udah banyak abu ato gatel ) atau abis wudhu
    • Alat sholat -> cukup jelas
    • Air mineral 600 ml -> dari pada aku beli di jalan 1500 perak, mending di isi ulang di rumah
    • Al – Qur’an kecil / Mushaf -> rencananya sih mo dibaca klo lagi bengong..biar ga kerasukan jin usil….hahahaha
    • Kotak pensil -> buat nulis or nyolok copet heheheehe
    • Dompet -> aku baru gunakan dompet dari SMA, karena takut hilang..sekarang dompetnya biasa di tarok dalam tas saja, ga di celana..soalnya bikin jalan terasa aneh n ga simetris soalnya ada buntelan – buntelan di pantat kiri / kanan…hehehehehe
    Ok, thats all my stuff. Cuma sedikit, entahlah mengapa selalu dibilang banyak karena sering kali kawanku berkata klo tas ku seperti orang mo pergi jauh. Hahaha..mungkin benar juga, coz everytime i want to jump to the future and catch my dream !!!




    Memories Of My Little Bro

    29 09 2006
    Again….lagi stress dikit nih. Biasa, klo udah buka kompi jadi pengen buka picture galery. Karena aku kadang narsis dikit, jadi picture yang dibuka hanya yang hasil jepretanku. Kebetulan ini seri kamera SLR (PENTAX). Kebetulan lagi juga, memang sedang kangen banget dengan adik kecil ku, Fikra Laksamana Bayudi. Guess what, namanya itu by request banyak orang especially kakak – kakaknya…diakhir keputusan final, aku ngasih kombinasi dari request nama itu…Eh, ternyata diterima. Mungkin memang artinya juga bagus ya : berpikir seperti angin yang cepat..cieee. He he he..tapi yang selama ini kualami baru fakta klo makannya, gede badan nya dan mukul nya yang cepat tuh.. terbukti klo lagi berantem dengan ku..hahahah..

    anyway, ini sisa kenangan waktu nemenin Bunda & Bayu jalan – jalan di Jakarta. Enjoy this….

    In front of Fatahilah Building -Dufan-

    Try to take the – the only one- shoot in TMII. Just smileee..

    Again in Fatahilah Building…
    Try to search some unique angle…

    The last, before going home..
    My Little One…in our last home in Jakarta