Tentang kebesaran jiwa

27 07 2009
Hmm..cuma ingin sharing pesan pak Mario Teguh yang sempat aku ikuti beberapa minggu lalu, tentang kualitas ‘kebesaran’ manusia. Ini dia kira – kira cukilan makna dari pembicaraan beliau itu, mudah – mudahan bermanfaat.

Orang yang ‘besar’ jika mendapat masalah akan bereaksi seperti orang ‘besar’. Hanya orang “kecil” yang merasa sakit ketika disakiti hal – hal kecil. Ambillah contoh dari orang ‘besar’, dan ketika mendapat masalah tanyakan pada diri sendiri, “jika orang ‘besar’ mendapat masalah seperti ini, apa yang akan dilakukannya ?”

Apapun masalah yang kita temui, cari yang baik, syukuri halangan itu dan bereaksilah dengan baik seperti layaknya orang ‘besar’. Karena, kualitas ‘kebesaran’ seseorang itu tidak dilihat dari reaksinya atas hal – hal yang telah ia duga atau rencanakan, tapi oleh hal – hal yang tak terduga atau bahkan yang tak pernah diharapkan.





Catatan – catatan terakhir

23 07 2009
Aku teringat, dulu sekali, dan..pun kembali saat ini, kita semua pernah sepakat, pendidikan kita tak boleh dan tak akan pernah hanya menjadi rangkaian rutinitas yang tak syarat arti. Pendidikan kita tak boleh dan tak akan pernah hanya menjadi retorika yang memuakan. Pendidikan kita harus menjadi momen untuk kita berbenah, menjadi saat untuk kita introspeksi diri.

Sebelum kita membantu untuk membuka pintu kesempatan bagi lebih banyak jiwa muda ini menjadi ASTACALA dan mengenalkan tentang hakekatnya, pada saat itulah selambat – lambatnya kita membuka pintu kesempatan untuk masing – masing diri ini, “sudahkah kita menjadi benar – benar seorang ASTACALA ?”

Sebelum kita berbagi pengetahuan dengan jiwa – jiwa yang membakar semangat ini tentang misteri tanpa batas alam, pada saat itulah saat yang tepat untuk kita bertanya – tanya pada diri ini, “Sudahkah kita cukup berendah hati untuk berkawan dengan alam ?”

Kawan, berhentilah berbicara tentang sesuatu yang absurd. Kemarilah, hiruplah secangkir kopi hangat yang ini bersamaku. coba kita dengarkan sesaat bunyi sayup suara malam kerimbunan hutan ini, mungkin diantara bisikan nya, ada suara hati yang bisa kita dengar. Tentang cerita yang tak ingin kau dan aku katakan dalam lisan. Taukah kau, betapa muaknya aku dengan semua retorika rutinitas ini ? yang membuat kita tak mampu berbicara lagi satu sama lain dengan bahasa hati.

Sahabat, duduklah disini bersamaku, didepan perapian ini yang tadi kita buat ditengah menggigilnya tubuh kita diterjang badai tadi. Mari, kita nikmati hangat yang akan segera berakhir ini. karena, sebentar lagi cakrawala segera menjemput kegelapan pekat malam dan menggantikannya dengan hangat mentari pagi.

Dan saudaraku, percayalah padaku, karena saat ini puncak dinginnya malam telah datang, yang menandakan sebentar lagi langit malam ini akan pergi. Mari kita nikmati kebersamaan untuk merenungi misteri hidup, karena tentu adalah suatu kepastian, jiwa kita tak akan selamanya miliki kesempatan.

Catatan terakhir sebelum aku beranjak, untuk ASTACALA.

Bandung, Desember 2008
-Enam Dua-





=into the unknown=

2 03 2009

Here i am. still facing this life at its best.
why should be scared with the future ?
all i need is just shoot it as much as i can.
until the last bullet. and catch it.
then thankful to God, cos giving this awesome life.





I Love You

22 12 2008


Mama,,may Allah always take you care.
I love you.




Penjelajah

9 12 2008

Pada dasarnya kita semua adalah penjelajah
dalam perjalanan untuk pencarian tanpa akhir
D adalah suatu kepastian,
kita akan berpisah dari orang – orang yang kita sayangi
seperti layaknya jiwa yang akan pergi dari raga.

Al-Kahfi
[My Hometown - march 25, 2008]





Transendental

9 12 2008
Berkelana tak hanya membawaku ke tempat – tempat spektakuler
sehingga aku terpaku,

tak pula hanya memberiku tantangan ganas
yang menghadapkanku pada keputusan hitam putih,

sehingga aku memahami manusia seperti apa aku ini.

Pengembaraan ternyata memiliki paru – parunya sendiri,
yang dipompa oleh kemampuan menghitung setiap resiko,
berpikir tiga langkah ke depan sebelum langkah pertama diambil,
integritas yang tak dapat ditawar – tawar dalam keadaan apapun,
toleransi,
dan daya tahan.

Semua itu lebih dari cukup untuk mengubah mentalitas manusia paling bebal sekalipun.

[Transendental, Edensor : Andrea Hirata]





Run Away

9 12 2008
Aku memang sedang berlari hingga jauh. Ke suatu tempat, dimana keingintahuanku dapat meredamkan kerisauannya. Menghilang, menemukan sendiri arah perjalananku dalam rimbunnya rimba hiruk pikuk dunia. Pergi, tapi bukan untuk meninggalkanmu.

Dan, akan kubangunkan sebuah rumah. Walau hanya sederhana, dengan beranda dimana aku bisa menemukan sudut. Menatap jauh hidup, yang terbentang begitu luas didepan sana. Diam sejenak, untuk sekedar menenangkan kegundahan hatiku. Dan bersyukur, tentang berharganya hidup walau berjalan diatas fakta tak ideal. Seperti ketika pertama kali kucoba pahami, mengapa bumi dapat berputar pada porosnya walaupun ia tetap harus sedikit terbungkuk dihadapan hangatnya sudut mentari.

Jangan khawatirkan apapun, karena kupastikan selalu ada ruang untukmu disana, jikalau kamu terlalu letih melangkah. Berjalanlah, sejauh kakimu mampu berlari. Terbanglah, setinggi angan mampu membawamu. Jangan risau untuk kehilangan arah atau terjatuh. Karena sejauh dan setinggi apapun, aku akan selalu menemukan dan menangkapmu. Berlarilah sekencangnya, sepertiku merasakan kecepatan detak jantung ini, memacu derasnya aliran kekuatan menerobos keseluruh lorong jiwa.

When i was on your side, didn’t i tell you ?
There’s always so many faith to be claimed in this small world.
Bermimpilah lagi, tentang apapun.
Karena akupun, tak takut untuk bermimpi.

Al-Kahfi






Don’t stop dreaming

2 12 2008
Aku menangis,
bukan untuk menyesali kehilangan
Aku menangis,
untuk syukuri bagaimana beruntungnya aku sempat memiliki.
Aku bersedih,
bukan karena kesendirian
Aku bersedih,
karena keheningan ini masih mau mendekap dan menghangatkan jiwaku.
Aku menangis dalam keheningan, hanya untuk tenangkan rasa rindu.
Tentang kamu.

Take care your self, don’t stop dreaming.*


*baru keinget mountain bike ku yang hilang dicuri setahun yang lalu,,dan sebuah angan buat nge-build lagi..*

NB :
buat ***,,jangan kebanyakan ngayal
hayoo..udah mikir kemana-mana nih…
jiakakakaak

gambar diambil di sini





Sisa malam ini

26 11 2008

malam ini mungkin ia datang lagi padamu
bersamamu menghabiskan malam
atau mungkin tertidur dipangkuanmu.
entahlah,,toh aku memang tak mau tau.
aku tak benci padamu,,tidak.
dan sungguh, aku tak berharap kamu bersusah payah lakukan hal yang sama
oh,,dan jangan katakan apapun lagi,,pasti akan terlalu absurd untuk kita
btw, apa itu kita? kukira itu hanya aku atau kamu.
see..? aku atau kamu, bukan aku dan kamu apalagi kita.
karena kita itu absurd semenjak dia ada.
bagiku kamu lama sudah mati,,jauh disaat dulu
nisanmu saja tak dapat lagi kutemukan bahkan disudut-sudut hatiku
jika hingga saat ini aku masih menulis tentang kamu,,
maka itu adalah sisa – sisa kegilaan atau ketololan
.





Pilihan dan Keputusan

24 11 2008
Pagi ini, langkah kaki ringan membawaku tiba di kantor,,meletakan bungkusan katupek (baca : ketupat sayur padang) langganan, lalu sapaan ringan muncul di layar lcd 15 inchi : “Ntar sore mo ke momo ga dek ?” Dan sebuah senyum ringan dipaksa untuk seketika muncul.

Akh,,hidup itu pilihan. Seperti detik ini nyata aku berada dalam 2 pilihan : meladeni ajakan obrolan ringan di pagi hari yang pasti tak akan menjadi 1 – 2 kalimat singkat atau bergegas menikmati sarapan sederhana hari ini. Dan kuputuskan untuk menolak halus ajakan chatting ringan, mencoba untuk tak kehilangan kesempatan sarapan di pagi hari. Aku menjawab sekenanya : “sek .. sek.. sarapan bentar” dan direct mengambil card pass ke pantry .

Ya,,hidup itu untuk memilih. Seperti hari ini, ketika aku dapati 2 pilihan : datang ke Mobile Monday untuk kopdar, makan malam gratis di amigos sambil mendengar Harry K. Nugraha dari Qualcomm dan Avijit dari Bakrie Telecom berbicara tentang CDMA atau bertemu dan mendenger dialeg British nya Melanie, native teacher IELTS course ku, dijejali dengan bejibun soal preparation test dan silly questions yang harus dijawab dengan cepat setiap hari hingga bulan depan.

Ya,,hidup itu keputusan. Mulai dari bangun hingga tertidur lagi. keputusan mengambil arah ke kanan atau kekiri,,keputusan untuk bangun lebih lambat pagi ini dan terburu – buru ke kantor atau lebih cepat dan menonton morning news,,keputusan untuk bersemangat memulai monday working atau melewati minggu ini dengan seadanya,,keputusan untuk merasa bahagia atau putus asa,,keputusan untuk membuat mimpi menjadi kenyataan dan berjuang untuk itu atau tak bermimpi sama sekali dan biarlah hidup ini berjalan kemanapun arahnya,,keputusan,,keputusan,,keputusan.

Akh,,kawan..hidup itu kolaborasi kegagalan dan keberhasilan,tawa kebahagiaan dan tangis kesedihan,kehilangan dan memiliki.. semuanya hanya rangkaian mozaik indah perjalanan yang kelak akan menjadi satu : lukisan kehidupan. Dan tinta yang kita pilih yang akan menjadi lukisan kehidupan kita.

Ya Rabb..
Terima kasih atas kesempatan – kesempatan untuk memilih yang Kau berikan dalam hidupku. Berikanlah yang terbaik dan keridhoan dari jalan yang kupilih ini. Amien..

Gambar diambil dari sini dan sini