J2ME : Bright Generation Of Wireless Tech

5 06 2007
Adek Aidi
Mobile Communication Research Laboratory STTTelkom

Berkembangnya teknologi telekomunikasi hingga saat ini, telah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan serata membuat aktivitas berkomunikasi masyarakat semakin maju. Pengaruh yang ditimbulkan antara lain mulai dari keinginan berkomunikasi dengan mudah, akses semua informasi yang ada dan lain-lain.

Salah satu teknologi telekomunikasi yang diharapkan mampu melayani semua kebutuhan tersebut adalah teknologi jaringan komunikasi internet. Namun kemudian, layanan ini diharapkan dapat juga diakses melalui teknologi selular sehingga muncul teknologi Mobile Internet. Mobile Internet dapat memberikan kebebasan bagi setiap individu untuk mengakses internet, kapanpun dan dimanapun.

Pemanfaatan teknologi Mobile Internet ini sudah merambah ke dunia bisnis commerce. Teknologi J2ME, dalam teknologi jaringan, berada pada konvergensi dari dua keterkaitan teknologi jaringan, yakni wireless dan internet. Berbagai faktor tersebut sebagai usaha untuk menciptakan suatu nilai tambah, dari fungsi handset, yang sebelumnya sebagai media komunikasi telephony, menjadi multifungsi.

Pada Java versi 1.2, Sun Microsystem membagi arsitektur Java dalam beberapa bagian yaitu [2]:

  • Java 2 Standard Edition (J2SE), kategori ini digunakan untuk aplikasi Java pada level PC (Personal Computer).
  • Java 2 Enterprise Edition (J2EE), kategori ini digunakan untuk aplikasi pada lingkungan Enterprise, dengan fungsionalitas tambahan java seperti EJB (enterprise Java Bead), Java CORBA, Servlet serta JSP dan XML (Extensible Markup Language).
  • Java 2 Micro Edition (J2ME), kategori ini digunakan untuk aplikasi pada embedded system dan handled devices seperti handphone, Palm, PDA, Pocket PC yang memiliki karakteristik berbeda dengan komputer biasa.
  • Java Card, kategori ini khusus untuk aplikasi pada smart card seperti SIM card.

KOMPONEN
J2ME memiliki komponen sebagai berikut [2] :

  • Java Virtual Machine (JVM). Komponen ini merupakan lingkungan tempat eksekusi program Java berlangsung dimana objek saling berinteraksi. Virtual Machine menyebabkan Java mempunyai kemampuan penanganan memori yang lebih baik, keamanan yang lebih tinggi serta portabilitas yang besar. Pada CLDC, ini disebut K Virtual Machine, menggambarkan singkatan kilo byte yang bahwa Virtual Machine ini berkerja pada lingkungan yang sangat kecil.
  • Java Application Programming Interface (Java API). Merupakan kumpulan library untuk menjalankan dan mengembangkan pada emulator atau handled devices.
  • Tools lain untuk pengembangan aplikasi Java, seperti emulator

ARSITEKTUR
J2ME terbagi dalam 2 bagian yaitu [2]:
a. J2ME Configuration adalah spesifikasi yang mendefenisikan lingkungan kerja J2ME (dapat berupa JVM lengkap atau bagian tertentu) dan kumpulan API dasar yang mengimplementasikan fitur standar handled devices. Terdapat 2 kategori J2ME Configuration :
1. Connected Limited Devices Configuration (CLDC)
Konfigurasi untuk perangkat wireless (handphone, organizer / PDA, two way pages ) dengan memori kecil (160 – 512 KBites ) dengan koneksi jaringan yang tetap / tidak. Keterbatasan pada CLDC menyebabkan beberapa fitur pada J2SE tidak disertakan. Fitur – fitur yang tidak disertakan tersebut seperti :

  • Floating Point yang terdapat dalam kelas java.lang.Double dan java.lang.float
  • Finalisasi Objek yang terdapat dalam kelas java.lang.object
  • JNI yang memungkinkan untuk mengakses library yang dibuat tidak dengan bahasa java
  • Error Exception yang terdapat dalam kelas java.lang.error , java.lang.OutMemory dan java.lang.VirtualMachineError

Pada CLDC juga ditambahakan fitur yang tidak terdapat pada J2SE. Fitur – fitur khusus ini seperti :

  • Generic Connection Framework, merupakan kelas yang digunakan sebagai framework koneksi secara umum. Ini dilakukan dengan memperlakukan koneksi seperti Uniform Resource Locator (URL). Kelas ini digunakan untuk melakukan koneksi ke file, protokol HTTP, socket atau port.
  • Kelas javax.microedition yang merupakan API untuk implementasi pada wireless programming.
  • Mendefenisikan hierarki tipe kooneksi dasar untuk koneksi jaringan, sedangkan defenisi protokol jaringan dilakukan oleh CDC.

2. Conected Device Configuration (CDC)
Konfigurasi untuk perangkat wireless dengan memori 2 MBites lebih (Set Tob Box, Internet Enabled Screen Phones, Internet TV, High – End Communicator, Car Televition, Auto Mobile Entertainment / Navigation System) dengan koneksi jaringan yang lebih kokoh / dapat kebeberapa tipe jaringan.

b. J2ME Profile adalah spesifikasi yang mendefenisikan implementasi tambahan yang sangat spesifik dari Handled Devices. Terdapat 5 kategori J2ME Profile :

  • Mobile Information Device Profile (MIDP). Profil yang menyediakan library Java untuk implementasi dasar antarmuka (GUI), jaringan (Networking), basisdata (database), penyimpanan tetap (persistant strage), daur hidup aplikasi (Application life cicle), dan timer (Personal Information Management). MIDP dirancang khusus untuk wireless phone dan pager serta dibangun berdasarkan CLDC.
  • Foundation Profile (FP). Profil dasar untuk non – GUI network devices pada CLDC dengan ROM 1024 k dan RAM 512 k.
  • Personal Profile. Profil dengan GUI yang memiliki tingkat keakuratan web tinggi dan mampu menjalankan applet
  • RMI Profile
  • PDA Profile

Selain itu, beberapa perusahaan juga mengembangkan Profile sendiri yang spesifik digunakan untuk Handled Devices produksinya seperti NTT DoCoMo Jepang.

MIDLET
Aplikasi yang berjalan diatas MIDP disebut MIDLet [1]. Aplikasi ini tidak berinteraksi langsung dengan hardware tapi melalui program khusus yang disebut Application Management Software (AMS).

Pengaplikasian API ditentukan oleh interaksi antara Aplikasi dengan MIDLet serta bagaiman MIDLet dikontrol. MIDLet terdiri atas:
a. MIDLet Suite dan Descriptor.
Aplikasi dalam J2ME dikemas dalam file *.JAR dan selanjutnya terdapat Descriptor yang disebut application describtor berupa file*.JAD untuk mendeskripsikan file JAR tersebut.
b. Java Class
c. Resource

Siklus hidup (LifeCycle) dari sebuah MIDLet ditangani oleh AMS. AMS adalah program bawaan (built in) yang melakukan penanganan eksekusi aplikasi atau sebagai lingkungan tempat MIDlet diciptakan, dijalankan, dihentikan dan dihancurkan. AMS disebut juga dengan Java Application Manager (JAM). MIDLet memiliki beberapa state (MIDLet State) yaitu Pause, Active, Destroy [1].


Actions

Information

One response

12 10 2009
Inside_Man

Minta ilmunya y…v^_^

Leave a comment