Ada begitu banyak siluet di depan ku, menanti untuk diartikan. Namun semua absurd ya, itulah sebabnya ia disebut siluet. Saat ini aku jatuh cinta dengan nya. Pola yang abstrak dan punya sandi sendiri yang menanti disingkap untuk diartikan. Hanya orang tertentu saja mungkin yang akan mampu mengartikan nya.
Apakah aku termasuk bagian dari orang tertentu itu ? Entahlah, ku tak ingin mencari taunya. Yang kuyakin, pilihan itu masih tersedia untuk diambil. Hai, apa kabar? Baik, kamu bagaimana ? Hmm..ternyata matahari sore ini sudah terbenam. Akh, sayang sekali ku terlambat untuk abadikan moment menakjubkan itu. Waktu tak pernah menunggu ya? Bayangkan jika ia menjadi makhluk bermurah hati yang bersedia mengantar siapa saja yang ingin menjemput milik nya yang tertinggal di saat lalu. Jika saja ada kesempatan itu, kupikir tetap saja tak akan kuambil milikku yang tertinggal denganmu. Biar saja dia disana ya, terserah akan kamu buang atau simpan. Katamu nyawa itu ga ada garansinya bukan ? kalau hati gimana? Eh, Lagi ngapain? Ga lagi ngapain tuh. Kira – kira hidup 5 tahun dari sekarang seperti apa menurutmu ? Dulu sekali pernah kutuliskan hidup ku 5 tahun mendatang, ya..itu adalah saat ini. Tapi didalam nya tak ada tentang : duduk disini, menatap layar dan tuliskan surat padamu. Hmm…ternyata begitu banyak yang tak dapat direncanakan ya. Padahal aku kolerik melankolik murni..seharusnya itu jadi musibah besar bagiku, saat ku tak mampu atur dan membuat sesuatu sempurna seperti yang kurencanakan. Akh, biar saja lah toh setiap waktu pu jibril mungkin menjemput..Hai, lihat…dapatkah kamu rasakan saat ini kusedang mengamati hidup yang berlalu didepanku ? Eh, klo ga salah ini hidup mu bukan ? seperti nya iya, dari ciri – ciri nya seperti itu. Kencang banget ya..ngebut. Hati – hati dijalan, jangan sampai nabrak ya..sabar – sabar saja. Hm..Klo hidup tabrakan bisa dititipin di bengkel samping trotoar ini
ga?Wah…dengarlah, azan subuh sudah menjemput. Boleh kuceritakan tidak, beberapa hari ini aku takut tidur saat malam. Aku takut mimpi yang sama menjemput ku lagi, karena waktu itu aku tersentak oleh kumandang azan. Pasti jika ku tertidur dan azan ini belum berkumandang, ia akan merangkul ku lagi. Membuat ku meronta – ronta dan menangis tanpa sadar dalam sunyi gelap malam ini. Baru saat ini kupercaya, mimpi itu bisa begitu nyata dan lebih menakutkan dari kenyataan itu sendiri.
Benar tidak? Eh, klo hidup itu ada garansi nya ga?In the midle of know where. 23 Nov 2006
[Al-Kahfi]
Recent Comments